Edi juga memastikan bahwa semua sapi yang ia jual telah memenuhi syarat untuk dijadikan hewan qurban. Termasuk dari sisi kesehatan.
“Sapi-sapi yang datang ke kandang sudah diperiksa kesehatannya. Dinas Peternakan rutin melakukan penyuluhan dan pemeriksaan. Kalau satu hari sebelum hari H ada sapi yang sakit, kami siap ganti dengan sapi sehat dengan harga yang sama,” katanya.
Di sisi lain, ia juga membuat terobosan baru. Bagi warga yang membeli sapi langsung tiga ekor mendapat hadiah satu ekor kambing. Sedangkan yang sudah berlangganan lima kali membeli sapi juga dapat bonus kambing senilai 2,5 juta.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan kesehatan hewan kurban. Baik di pasar hewan maupun di tempat penampungan.
Pandu menambahkan, program vaksinasi hewan ternak masih terus berjalan meski terkendala anggaran. Oleh karena itu, vaksinasi lebih difokuskan kepada hewan-hewan yang menunjukkan gejala sakit atau butuh penanganan khusus.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan pelaksanaan ibadah qurban tahun ini bisa berjalan aman, sehat, dan sesuai dengan syariat. (ags/adf)










