KENDAL, Joglo Jateng – Menjelang Iduladha, harga hewan kurban di Kabupaten Kendal merangkak naik. Kenaikan harga hewan ini dipengaruhi beberapa faktor yang dihadapi oleh peternak.
Menurut Edi, salah seorang peternak di Dusun Soropadan Desa Lanji Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal, faktor yang mempengaruhi naiknya harga hewan ternak dipicu karena tingginya harga pakan dan biaya transportasi pengiriman hewan. Ia memperkirakan, kenaikan harga hewan ternak bisa mencapai 20 persen dibanding dengan tahun lalu.
“Harganya naik dibanding tahun lalu. Tapi harga jual hewan ternak tetap mengacu pada ukuran dan berat badan hewan kurban,” jelas Edi, kemarin.
Diterangkan, harga jual hewan ternak seperti sapi bervariasi tergantung besar kecilnya. Mulai dari Rp23 juta hingga Rp40 juta per ekor.
“Yang Rp40 juta beratnya bisa sampai 850 kilogram. Sedangkan yang Rp23 juta beratnya sekitar 400 sampai 550 kilogram,” terangnya.
Dia membeberkan, dibandingkan dengan tahun lalu, harga sapi dengan ukuran dan berat yang sama mengalami kenaikan sekitar Rp2 juta hingga Rp5 juta per ekor. Meski harga hewan ternak perlahan naik, namun permintaan dari masyarakat menjelang Hari Raya Kurban tetap tinggi.
“Kebetulan saya jual hingga ke luar kota. Dan saat ini untuk wilayah Pemalang saja, sudah ada 70 ekor sapi yang dipesan lebih awal oleh penjual hewan qurban di sana. Sedangkan di Kendal sudah ada yang inden sekitar 30 orang,” ungkapnya.










