Tidak hanya memangkas waktu. Sistem ini juga mengurangi potensi kesalahan administrasi, dan mempercepat distribusi dokumen kepada peserta didik. Inovasi ini juga akan memperkuat ekosistem digital, di lingkungan pendidikan dasar dan menengah di Kudus.
“Selain menjawab tantangan zaman, e-ijazah juga sejalan dengan semangat pemerintah daerah. Dalam mendorong transformasi digital di bidang layanan publik, termasuk pendidikan. Kami akan melakukan sosialisasi kepada seluruh kepala sekolah, agar implementasi sistem ini berjalan lancar,” ujarnya.
Sekolah akan didampingi dalam penggunaan teknis platform. Mulai dari pendaftaran, penerbitan, hingga pencetakan e-ijazah. Diharapkan, dengan sistem ini, tidak ada lagi hambatan teknis atau birokrasi panjang dalam proses pengeluaran ijazah.
“Ini bukan hanya soal mengikuti perkembangan zaman, tapi juga komitmen kami dalam memberikan layanan pendidikan. Yang lebih cepat, efisien, dan terpercaya. Sehingga meminimalisir kesalahan yang pernah terjadi,” tutupnya. (cr9/fat)










