Sebaliknya, beberapa prodi menunjukkan keketatan yang relatif rendah, seperti Sastra Prancis, Pendidikan Bahasa Prancis, Pendidikan Teknik Bangunan. Kemudian, Pendidikan Nonformal, Pendidikan Seni Rupa, Fisika, Sastra Jawa, dan Pendidikan Fisika.
Rahmat menjelaskan bahwa tren pemilihan program studi bersifat dinamis. Karena itu, ia menyarankan calon mahasiswa untuk menyusun strategi berdasarkan skor UTBK dan minat pribadi.
“Mahasiswa yang memiliki skor UTBK cukup tinggi dapat bersaing di prodi-prodi favorit sesuai minatnya. Di sisi lain jika skor UTBK yang diraih cenderung kurang tinggi, peluang untuk diterima di Unnes tetap besar dengan memilih prodi-prodi yang keketatannya rendah,” ujarnya.
Meski begitu, Rahmat menganjurkan agar calon mahasiswa mempertimbangkan potensi diri dan minat secara matang, dengan berkonsultasi kepada guru bimbingan konseling (BK) dan orang tua.
Selain jalur tanpa tes melalui Skor UTBK, Unnes juga membuka beberapa jalur seleksi mandiri lainnya, yakni jalur prestasi, International Undergraduate Program (IUP), serta seleksi mandiri melalui tes tertulis gelombang 1 dan 2. (luk/adf)










