SEMARANG, Joglo Jateng – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang menyebut, ada dua jemaah asal Semarang yang dinyatakan wafat setelah melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci Makkah, Arab Saudi. Kedua jemaah haji tersebut bernama Widya Ningsih (83) dan Suprapto (63). Mereka menutup usia di rumah sakit yang berbeda-beda. Yakni Saudi National Hospital dan Rumah Sakit Abir Makkah pada Rabu (11/6) lalu.
Kepala Kemenag Kota Semarang, Muhtasit menyampaikan, faktor utama meninggal dunianya Widya lantaran faktor usia lanjut. Sedangkan, Suprapto akibat serangan jantung.
“Semua keluarga sudah diinfo baik dari Ibu Widya Ningsih ataupun Pak Suprapto. Rencana setelah ini kami akan berkunjung ke kediaman dua Almarhum. Namun untuk tempat tinggal akan saya infokan lagi,” ucapnya saat dihubungi Joglo Jateng, Kamis (12/6/25).
Dalam kunjungannya nanti, pihaknya akan menginformasikan kepada keluarga bahwa mereka akan mendapatkan asuransi sejumlah uang pembayaran ibadah haji, sekaligus air zamzam.
Muhtasit memastikan, dua jenazah tersebut akan langsung dimakamkan di Makkah. Menurutnya ketika seseorang sedang melakukan ibadah haji, kemudian meninggal dunia dan dimakamkan di sana, itu adalah sebuah kebahagiaan tersendiri.
“Jadi, biasanya jemaah haji itu disalatkan setelah salat subuh kalau kematiannya itu adalah siang atau sore. Sehingga biasanya ada jemaah yang ikut menyaksikan pemakaman menggunakan video call itu,” jelasnya.
Sebelum menutup usia di Tanah Suci, dirinya meyakini, kedua jenazah tersebut sudah resmi disandang sebagai Haji dan Hajah.
Sebagai informasi, total sebanyak 1.496 jamaah haji asal Kota Semarang dipulangkan ke Indonesia. Namun, dirinya belum diberi informasi secara pasti jadwalnya kapan.
“Tetapi kami tadi baru diinformasikan kalau kloter 28 dan kloter 30 itu insyaallah tanggal 20-an Juni. Tetapi kepastian jamnya nanti diberi tahu beberapa hari sebelum penerbangan,” pungkas Muhtasit. (int/adf)










