SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang menargetkan pengembangan dua desa wisata masuk ke dalam program Desa Wisata yang Sustainable, Religius, dan Inovasi (Dewi Sri) di tahun 2025. Yakni Desa Wisata Kandri dan Desa Wisata Jatirejo.
Kepala Bidang Kelembagaan Pariwisata Disbudpar Semarang, Nurul Fitri Cahyanti mengatakan, kedua desa wisata itu diharapkan terus berkelanjutan dari tahun ke tahun. Dimulai dari pemberdayaan masyarakat melalui layanan paket wisatanya.
“Jadi desa wisata kita ambil sampel nanti dua yang kita targetkan di tahun 2025 ini ada dua desa wisata Kandri sama Jatirejo. Ini juga juga dalam rangka pengembangan tadi 10 Kandri baru,” ucapnya saat dikonfirmasi Joglo Jateng, belum lama ini.
Lebih lanjut, ia menerangkan, kedua desa wisata tersebut diyakini memiliki banyak potensi wisata religi. Sehingga, pihaknya membantu untuk mempromosikan lebih gencar lagi supaya bisa mendatangkan makin banyak wisatawan.
“Kemudian inovatif itu di desa wisata itu bisa lebih berinovasi dalam hal pemaketan wisata, pembenahan sarpras dan lain-lainnya. Karena Kandri sudah mem-booming, maka kita tidak ingin mereka berhenti disitu saja. Dan Jatirejo saat ini sudah mulai ada pengembangan yang lebih baik,” jelasnya.










