SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang menyebut per 1 Juni 2025 lalu, sebanyak 71 sekolah belum memiliki kepala sekolah definitif (tetap), lantaran banyak di antara kepsek yang purna tugas alias pensiun tiap bulannya.
Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Kota Semarang, Miftahudin mengatakan, kepala sekolah yang masih menyandang sebagai Plt (Pelaksana Tugas) menyebar di tiap jenjang. Antara lain 4 TK, 59 SD, dan 8 SMP.
“Pengangkatan Plt itu memang sudah menjadi kebiasaan ya. Artinya memang hal yang biasa terjadi karena pengangkatan ini masih dalam proses,” ucapnya saat dihubungi Joglo Jateng, belum lama ini.
Sembari menunggu adanya penetapan kepsek, maka diprioritaskan untuk kepala sekolah yang sekiranya dari jarak rumah dengan sekolah berdekatan. Selain itu, lanjut Miftahudin, seorang Plt juga dilihat dari kemampuan dan kompetensinya dari segi manajemen waktu, yang mana ia harus membagikan waktu untuk mengurus di dua sekolah tersebut.
“Kalau secara aturan (untuk bisa menjadi kepala sekolah definitive, Red.), saya belum membaca soal itu. Mudah-mudahan segeralah nanti proses pergantian baru ini sudah bisa terlaksana,” jelasnya.










