Kendal  

Awas! Jembatan Amblas di Patebon Ancam Keselamatan, Warga: “Sudah Banyak yang Jatuh”

MEMPRIHATINKAN: Kondisi jembatan yang amblas dan berlubang dipenuhi sampah. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Kondisi infrastruktur di perbatasan Desa Bangunrejo dan Desa Wonosari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, memprihatinkan. Jembatan penghubung antardesa tersebut mengalami kerusakan parah dengan posisi amblas, miring, serta terdapat lubang besar di tengah jalan yang hanya ditutup pelat besi. Kondisi ini sangat membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua yang rentan terperosok saat melintas.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa kendaraan roda empat pun harus bergantian saat melewati jembatan ini. Selain itu, tumpukan sampah yang mengotori aliran sungai di sekitar jembatan turut menambah kesan kumuh dan membahayakan lingkungan.

Warga Desa Wonosari, Dukami menyebutkan bahwa kerusakan jembatan ini sudah berlangsung lebih dari satu tahun dan belum mendapatkan perbaikan permanen. “Sudah sekitar satu tahun amblas, hanya ditambal pelat besi. Itu pun harus dikasih rambu-rambu dari tong drum karena sudah banyak yang jatuh. Sampah juga makin menumpuk karena aliran sungainya terhambat,” ujarnya, Kamis (3/7/25).

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Komisi C DPRD Kendal, Sisca Meritania menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kendal. Ia menyebut, perbaikan jembatan di jalur Jambearum–Wonosari telah masuk anggaran sebesar Rp500 juta dan kini sedang dalam tahap perencanaan.

“Kami sudah sounding-kan ke dinas PUPR. Anggarannya sudah disiapkan, dan rencananya Juli ini tahapan lelang akan dimulai,” jelas Sisca.

Terkait persoalan sampah, Sisca mengaku bahwa sebelumnya sudah ada kegiatan pembersihan. Namun, volume sampah kembali meningkat karena perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan di sungai.

“Masalah sampah ini sebenarnya sempat dibersihkan, tetapi sekarang menumpuk lagi,” katanya.

Kerusakan jembatan dan tumpukan sampah di kawasan ini menjadi perhatian serius warga. Mereka berharap perbaikan segera dilakukan agar tidak membahayakan pengendara dan merusak lingkungan sekitar. (ags/adf)