SEMARANG, Joglo Jateng – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahap dua untuk jenjang SMA dan SMK swasta di Jawa Tengah menjadi harapan baru bagi siswa dari keluarga tidak mampu. Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah bakal mengawal alur pendaftarannya. Sebab tahap ini dinilai sebagai upaya konkret untuk mencegah anak putus sekolah di Jateng.
Kepala Ombudsman Jateng, Siti Farida mengatakan, program ini merupakan bentuk afirmasi pendidikan yang harus serius dikawal. Terutama bagi siswa miskin yang belum tertampung di tahap pertama.
“Kami ingin memastikan semua siswa, khususnya yang berasal dari keluarga tidak mampu, tetap melanjutkan sekolah. Ini bagian dari perlindungan terhadap kelompok rentan,” ujarnya saat ditemui di kantornnya, Selasa (8/7/25).
Dari data yang dihimpun, masih terdapat sekitar 3.000 kursi kosong di SMA/SMK swasta mitra Pemprov Jateng. Menurut Farida, pendaftaran tahap dua ini menjadi kesempatan emas bagi siswa afirmasi yang tidak lolos di sekolah negeri.
“Mereka bisa mendaftar lagi menggunakan akun yang sudah dimiliki karena sudah masuk database siswa miskin SPMB,” jelasnya.










