SEMARANG, Joglo Jateng – Pemerintah Kota Semarang mengambil langkah cepat menyusul viralnya pengakuan seorang perempuan muda yang diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial A, yang menjabat sebagai Sekretaris Lurah (Seklur) di Kecamatan Semarang Tengah.
Kasus ini mencuat setelah sebuah video berisi pengakuan korban berinisial U (19) diunggah akun Instagram @smg_repostt dan @info_semarang_update pada Minggu malam, 6 Juli 2025. Dalam video tersebut, U mengungkap kronologi dugaan pelecehan yang ia alami. Mulai dari ajakan makan siang, karaoke hingga perlakuan tak senonoh yang dilakukan oleh A di sebuah tempat hiburan.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyatakan keprihatinannya dan menegaskan bahwa kasus ini harus ditangani secara serius. Ia memerintahkan Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) serta Pj Sekda Kota Semarang yang baru dilantik, Budi Prakosa untuk segera mengambil langkah-langkah penanganan.
“Kami prihatin, sangat prihatin. Pemerintah harus berpegangan pada peraturan perundangan yang berlaku. Ini harus diselesaikan,” kata Agustina di Balai Kota Semarang, belum lama ini.
Menurut Agustina, penyelesaian kasus tidak cukup hanya dari sisi kepegawaian. Tetapi juga perlu menyentuh akar persoalan sosial yang memungkinkan tindakan seperti itu terjadi.
“Ini membuka mata kita bahwa ada sesuatu yang harus segera kita perbaiki. Baik dari sisi karakter ASN maupun kondisi sosial masyarakat kita,” ungkapnya.










