KUDUS, Joglo Jateng – Festival Kutuk kembali digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Karangrowo Festival (Karfest) 2025. Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, festival ini diselenggarakan di Dukuh Krajan, Desa Karangrowo, Undaan selama hampir sepekan penuh. Yakni mulai Rabu hingga Minggu (16–20 Juli 2025).
Festival ini menonjolkan keunikan lokal berupa ikan kutuk. Ikan tersebut merupakan salah satu ciri khas daerah rawa seperti Karangrowo. Sebanyak 50 kilogram ikan kutuk disediakan untuk peserta kirab budaya dan lomba kreasi masakan.
“Kenapa kami angkat ikan kutuk? Karena ini adalah makanan khas dari daerah rawa seperti Karangrowo. Tujuan kami supaya makanan ini bisa menjadi ikon desa dan dikenal lebih luas,” ungkap Ketua Karfest, Kuntoro, saat ditemui di sela acara, Minggu (20/7).

Puncak kemeriahan berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Dengan kirab budaya yang diikuti para penggiat budaya dari berbagai kabupaten. Lomba kreasi masakan ikan kutuk diikuti 20 peserta dari berbagai RT di Desa Karangrowo.
“Peserta dari masing-masing RT mengirimkan aneka masakan dari ikan kutuk. Ada rollade, asam-asam, nugget, bahkan kreasi unik seperti bento ikan kutuk. Semua menunjukkan bahwa satu bahan bisa diolah jadi banyak resep,” ujar Intan Agustina, salah satu peserta dari RT 1 RW 4.
Festival juga diisi dengan berbagai kegiatan lain. Seperti pembukaan luwur, istigasah dan pasang luwur. Kemudian ada pertunjukan seni dan budaya, lomba perahu antar-RT hingga lomba karaoke di malam minggunya.
“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Tahun lalu kami siapkan 500 kupon door prize dan habis, tahun ini kami siapkan 1.000 kupon dan tetap ramai,” imbuhnya. (uma/fat)










