Menurut Bapak Warno, anggota Pokdarwis lainnya, keberhasilan sebuah desa wisata sangat bergantung pada kemampuan menggali dan mengelola potensi khas yang dimiliki desa tersebut.
Ia menekankan pentingnya kerja sama dengan berbagai pihak, promosi yang aktif melalui media, serta menjadikan kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan utama dari pengembangan desa wisata, bukan semata-mata keuntungan ekonomi.
Kegiatan KKN MIT 20 Posko 49 ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Samirono dan menjadi langkah awal untuk memperkuat posisi desa sebagai destinasi wisata edukatif yang berbasis pada budaya dan kearifan lokal.
Melalui kontribusi langsung ini, para mahasiswa membuktikan bahwa kehadiran mereka di tengah masyarakat tidak hanya membawa dampak sementara, tetapi juga turut mendorong pembangunan yang berkelanjutan. (*/dzk).










