KKN UIN Walisongo Ungkap Keunikan Desa Wisata Samirono Lewat Aksi Nyata di Tengah Masyarakat

SEMARANG, Joglo Jateng – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT 20 Posko 49 dari UIN Walisongo Semarang menjalankan program pengabdian di Desa Samirono, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

Dalam program ini, para mahasiswa menaruh perhatian khusus pada penguatan potensi desa wisata yang tengah berkembang pesat di wilayah tersebut.

Desa Samirono dikenal dengan pesona alamnya yang asri, udara sejuk pegunungan, serta kehidupan sosial masyarakat yang masih menjunjung tinggi nilai gotong royong.

Mahasiswa KKN yang telah berada di lokasi sejak awal Juli turut menggali dan mendokumentasikan kekayaan lokal desa, mulai dari keindahan alam, kearifan budaya, hingga inovasi masyarakat dalam mengelola potensi ekonomi.

Melalui observasi lapangan dan wawancara dengan masyarakat, mahasiswa secara aktif mengidentifikasi potensi wisata dan mengolahnya menjadi bahan promosi digital yang dapat memperluas jangkauan pemasaran Desa Wisata Samirono.

Mereka juga terlibat dalam kegiatan pelatihan UMKM, pelestarian seni tradisional, serta program lingkungan yang bertujuan menjaga kelestarian sumber daya alam desa.

Pemerintah desa dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menyambut baik keterlibatan mahasiswa dalam mengembangkan citra desa sebagai destinasi wisata edukatif

Keunikan Desa Samirono terletak pada banyaknya kegiatan berbasis edukasi yang ditawarkan, seperti praktik memerah susu sapi, pengolahan biogas, pembuatan produk olahan susu, hingga pemanfaatan barang bekas menjadi produk bernilai jual.

Selain itu, masyarakat juga memperkenalkan berbagai produk lokal seperti kopi, tempe daun andong, yoghurt, gethuk krispi, dan olahan jahe sebagai bagian dari edukasi wisata yang menyatu dengan keseharian warga.

Inovasi energi terbarukan juga menjadi salah satu keunggulan desa ini.

Sejak tahun 1991, masyarakat Desa Samirono telah memanfaatkan limbah peternakan untuk produksi biogas sebagai sumber energi alternatif.

Berbagai produk hasil ternak, seperti yoghurt, permen susu, stik susu, dan sabun, dipasarkan secara daring dan menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan.

Sejak mulai dikembangkan pada tahun 2017 dan diperkuat dengan pembentukan Pokdarwis pada tahun 2023, sektor pariwisata desa menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Upaya ini diperkuat melalui pelatihan dan studi banding ke desa wisata lain, seperti Panggungharjo, Pujon, dan Pentingsari, yang memberikan banyak inspirasi dalam mengelola potensi lokal.

Pak Slamet, salah satu anggota Pokdarwis, menyampaikan bahwa proses pengembangan desa wisata dilakukan secara bertahap sesuai dengan potensi desa yang ada.

Ia menambahkan bahwa pembelajaran dari desa lain menjadi bekal penting dalam merancang strategi promosi dan penyusunan program wisata edukatif yang sesuai dengan karakter masyarakat Samirono.

Saat ini, Desa Samirono sudah menjadi tujuan wisata bagi pengunjung dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Bogor, Jawa Timur, Kalimantan, dan wilayah lainnya.

Desa ini juga menyediakan berbagai pilihan paket edukasi dengan harga terjangkau serta fasilitas penginapan berupa homestay bagi wisatawan yang ingin merasakan langsung suasana pedesaan di lereng Gunung Merbabu dan Gunung Ungaran.