Pati  

Kreatif! Pemuda Asal Pati Raup Jutaan Rupiah dari Lukisan Benang

PROSES: Pemuda kreatif asal Sambirejo Gabus Pati, Ridho Utomo saat membuat lukisan benang, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KABUPATEN Pati tak hanya dikenal dengan jajanan kuliner maupun hasil buminya. Di daerah berjuluk Bumi Mina Tani ini juga terdapat orang-orang kreatif yang mampu menciptakan produk seni bernilai jual tinggi.

Seperti halnya Ridho Utomo. Pemuda kreatif asal Desa Sambirejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati ini, bisa membuat lukisan benang atau StringArt yang mengesankan.

Lukisan benang merupakan seni rupa yang menggunakan benang sebagai media utama untuk membuat pola atau gambar wajah. Prosesnya yakni dengan melilitkan benang ke paku yang dipasang di triplek sebagai median lukisan.

“Caranya papan triplek ditancapkan paku sejumlah 200-400 paku. Kemudian prosesnya melilitkan benang jahit dari paku satu ke paku yang lainnya sesuai pola sehingga membentuk wajah atau gambar,” katanya.

Lelaki yang akrab disapa Ridho itu, mulai menggeluti lukisan benang sejak 2021 lalu. Ia awalnya terinspirasi membuat lukisan benang dari seniman luar negeri yang diakses melalui internet.

“Inspirasinya dari internet. Karena pada 2021 itu lukisan benang seperti ini belum populer di Indonesia. Jadi saya belajar lewat situs internet luar negeri,” tuturnya.

MOMEN: Ridho Utomo saat menyerahkan lukisan benang untuk Bupati Pati Sudewo di Pendopo Pati, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

Dirinya menceritakan, saat itu di Indonesia belum banyak yang membuat lukisan dari benang. Padahal menurutnya, ketertarikan masyarakat terhadap lukisan benang cukup tinggi.

Alasan inilah yang membuat Ridho akhirnya serius menggeluti seni rupa itu. Ia pun akhirnya memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan yang sebelumnya.

“Karena di Indonesia masih jarang banget yang jualan lukisan benang dan Alhamdulillah, banyak masyarakat yang suka. Sebelum jualan lukisan benang, dua tahun saya menjual berbagai macam kado seperti lukis paper cutting, wajah dari kertas, kado, buku lipat dan lainnya. Kalau sekarang fokus di lukisan saja,” ungkapnya.