KUDUS, Joglo Jateng – UPTD Puskesmas Undaan terus menggencarkan pelaksanaan jemput bola Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program pemerintah pusat yang menyasar 9.400 pelajar di wilayah Undaan itu berlangsung mulai Juli 2025.
Ketua CKG Puskesmas Undaan, dr. Reni Mawasati Robey, menjelaskan, saat ini CKG difokuskan pada pelajar dengan capaian kurang lebih 1.800 pelajar yang telah mengikuti. Dengan terus melakukan upaya jemput bola ke sekolah pihaknya optimis target tersebut akan tercapai.
“CKG khusus pelajar ini kita gencarkan ke sekolah. Meski baru 20 persen, tapi setiap hari kita selalu meningkatkan jumlah cakupan agar skrining kesehatan ini bisa merata. Khususnya di wilayah plosok,” jelasnya, Kamis, (21/08/2025).
Dalam CKG, para pelajar akan dicek perihal tumbuh kembang, ketajaman penglihatan, pengengaran, kesehatan mulut dan gigi hingga tes kebugaran fisik. “Sementara ini, dari hasil pemeriksaan lapangan masih dalam batas normal. Belum ada rujukan, hanya saja yang lebih sering adalah tindakan periksa atau cabut gigi ke puskesmas,” imbuhnya.

Sedangkan untuk meningkatkan jumlah cakupan CKG untuk kalangan dewasa pihaknya selalu buka layanan khususnya saat ada event di luar puskesmas dan posbindu. Selain itu, sosialisasi pentingnya skrining kesehatan juga terus dilakukan.
“Setiap ada kegiatan di luar kami buka layanan skrining, masyarakat antusias karena mereka tak perlu datang ke puskesmas untuk cek gula, kolestrol dan lainnya,” papar Reni.
Ia menyebut, CKG memiliki banyak manfaat. Khususnya menekan faktor risiko angka kesakitan sedini mungkin. “Yang jelas dengan CKG, kita bisa tahu faktor risiko penyakitnya sehingga jika ada suatu hal tindakan bisa langsung dilakukan rujukan,” katanya.
Sementara itu, Kepala TU Puskesmas Undaan, Jakfar, menyampaikan, selain CKG, Puskesmas Undaan juga digandeng untuk melakukan Program Spesialis Keliling (Speling) bersama RSUD dr. Loekmono Hadi di Balai Desa Glagah Waru. Dengan menghadirkan dokter spesialis anak, spesialis obgyn dan spesialis dalam, sebanyak 100 masyarakat di wilayah tersebut antusias mengikutinya.
“Dalam speling itu kita juga menerjunkan 15 tim dari puskesmas. Harapan kami CKG dan Speling ini bisa mencapai tingkat kesehatan optimal ke masyarakat dan pendekatan pelayanan kesehatan ke wilayah pelosok,” ungkapnya. (iza)










