SEMARANG, Joglo Jateng – TNI memastikan akan melakukan patroli gabungan bersama kepolisian secara intensif di wilayah Jawa Tengah dan DIY selama tiga hingga empat hari ke depan. Langkah ini ditempuh untuk mengantisipasi potensi kerusuhan dan menjaga ketertiban masyarakat. Terutama pada malam hari yang dianggap paling rawan.
Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin Darojat menyampaikan, patroli gabungan tersebut sudah dimulai sejak Sabtu (30/8) malam.
“Patroli kita lakukan pagi, sore hingga malam. Tapi titik kritis biasanya terjadi malam hari karena sebelumnya aksi penjarahan dilakukan pada waktu itu. Kami mengimbau masyarakat supaya tidak ikut-ikutan dengan tindakan yang melanggar hukum,” ujarnya, Minggu (31/8) malam, usai menghadiri Istigasah dan Doa Bersama JagaJateng Jaga Indonesia di Wisma Perdamaian Semarang.
Ia menegaskan, rute patroli akan disesuaikan dengan perkembangan situasi. Kawasan sekolah, kampus, sentra ekonomi hingga objek vital pemerintahan menjadi sasaran utama.
“Kami ingin anak-anak muda, pelajar, mahasiswa tidak ikut-ikutan rusuh. Supaya mereka merasa ada pengawasan pemerintah,” tambahnya.
Dalam satu kali patroli, TNI menurunkan konvoi berisi motor pengawal, mobil patroli, dua truk pasukan hingga kendaraan taktis (rantis). Selain itu, penempatan satu kompi pasukan juga disiapkan di sejumlah kantor pemerintahan, DPRD hingga objek vital lainnya.
“Kami tidak mau kecolongan. Kalau dijaga sedikit, bisa jebol atau dibakar,” tegas Achiruddin.
Patroli tidak hanya dilakukan di Semarang, tetapi juga di kota besar lainnya seperti Solo dan Yogyakarta. Menurut Achiruddin, kehadiran TNI ini bukan berarti situasi darurat, melainkan untuk memperkuat pengamanan yang dilakukan aparat kepolisian.
“Enggak (darurat, Red.). Kami turun dalam rangka membantu pihak kepolisian supaya aksi semakin kondusif. Alhamdulillah, situasi semakin terkendali,” pungkasnya. (luk/adf)










