Selain itu, kajian dan seminar koleksi museum juga bisa memberikan pemahaman tentang nilai penting sejarah, budaya, dan ilmu pengetahuan yang terkandung pada koleksi-koleksi di Museum Kretek.
Di mana Museum Kretek sebagai media edukasi, rekreasi dan pelestarian budaya.
“Dalam pengembangan museum, manfaat hasil kajian sebagai bahan publikasi dan penelitian. Di setiap koleksi mengandung nilai historis perjalanan industri rokok di Kudus,” terangnya.
Sudarman menyebut, saat ini ada 1.200-an koleksi yang tersimpan di Museum Kretek Kudus.
Kebanyakan yang sudah dikaji dan diseminarkan merupakan koleksi lama, sebagian besar sudah didisplay dan bisa dilihat langsung oleh pengunjung.
Kepala Disbudpar Kudus, Mutrikah menyampaikan, Disbudpar setiap tahunnya mendapatkan hibah koleksi dari perusahaan rokok atau keluarga kretek. Baik dari perusahaan yang sudah tidak beroperasi, maupun perusahaan yang masih jalan.
Kata dia, fungsi museum di antaranya sebagai media pendidikan. Bagaimana masyarakat utamanya kaum pemuda bisa mencintai budaya sendiri. Sehingga perlu adanya koleksi-koleksi baru di museum.
“Setiap tahunnya kami gelar kajian koleksi. Mendukung program bupati untuk pengembangan seni, budaya, pariwisata, ekonomi kreatif dan olahraga. Bagaimana museum ke depan jadi daya tarik wisata yang bisa memberikan dampak multiplier effek bagi Kabupaten Kudus,” tuturnya.
Sebagai Kota Kretek, lanjut Mutrikah, Kabupaten Kudus bertanggungjawab menjaga dan melestarikan warisan budaya di bidang kretek.
Hasil kajian koleksi museum sebagai suatu hal penting yang disampaikan kapada masyarakat. Agar masyarakat lebih memahami nilai-nilai historis, juga peran kretek bagi perkembangan ekonomi Kudus dan ekonomi nasional.(uma/rds)










