Kudus  

Kisah Yuli Astuti, ‘Perintis Bukan Pewaris’ yang Lestarikan Batik Kudus dan Berdayakan Disabilitas

KUNJUNGI: Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah press tour AJP Teritori Jawa Tengah di Muria Batik Kudus pada Selasa, (9/9). (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

Berkat pendampingan dari Pertamina, usaha Yuli berkembang pesat. Kini, batiknya sudah tampil di pameran internasional di Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand.

“Sebelum ada Pertamina, kami hanya bisa menjangkau pasar lokal. Tapi setelah ikut program pembinaan dan pameran internasional, peminat batik klasik kami meningkat tajam,” tuturnya.

Tak hanya fokus pada pelestarian budaya, Muria Batik Kudus juga menjadi tempat inklusif yang memberikan pelatihan dan pekerjaan kepada anak-anak disabilitas. Dirinya bekerja sama dengan sekolah luar biasa (SLB), seperti SLB Cendono, untuk memberikan ruang magang dan pelatihan.

“Ternyata mereka bisa fokus dan hasilnya luar biasa,” terangnya.

Namun, proses ini tidak tanpa tantangan. Ia mengakui, tantangan terbesar ada di tahap awal. Terutama saat anak-anak harus beradaptasi dengan lingkungan kerja di luar sekolah.

“Satu bulan pertama pendampingan mental. Ada yang nangis, bertengkar, atau sensitif. Tapi setelah percaya diri mereka tumbuh, hasil kerjanya sangat membanggakan,” katanya.

Yuli berharap batik Kudus akan terus berkembang dan tetap lestari. Sekaligus menjadi jalan rezeki dan berkah bagi anak-anak muda serta kelompok rentan.

“Dulu tidak ada pembatik, sekarang anak-anak muda dan anak-anak disabilitas sudah mulai tertarik dan ikut membatik. Semoga batik Kudus terus lestari dan bisa membuka peluang lebih luas lagi,” tutupnya. (uma/fat)