Figur  

Kisah Sidney Alphalynn: Modal Resep Oma & Ilmu Kuliah, Raup Belasan Juta dari ‘Rawon Wengi’

APRESIASI: Sidney Alphalynn bersama tim saat menunjukkan sajian makanan Khas Jawa Timur dari warung malam “Rawon Wengi”, Senin (20/10/25). (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

Sebagai alumni Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Sidney merasa beruntung bisa menerapkan banyak ilmu kuliah dalam bisnisnya. Menurutnya, kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, dan kreativitas adalah kunci utama keberhasilan.

“Leadership, kreativitas, kemampuan komunikasi, dan meluaskan jejaring itu penting banget. Di balik segala huru-hara bisnis, hal-hal itu yang bisa bikin saya bertahan,” tuturnya.

Yang paling berperan besar, katanya, adalah ilmu digital branding. Melalui media sosial, Sidney rutin mengunggah konten seputar menu, proses memasak, hingga testimoni pelanggan. Strategi ini efektif menarik perhatian pelanggan baru setiap minggu.

“Sekarang apa pun bisa viral. Ilmu dari Ilkom Udinus, terutama dari mata kuliah Pengelolaan Konten Digital dan Komunikasi Pemasaran, sangat berguna,” jelasnya.

Perjalanan bisnis Rawon Wengi tidak selalu mulus. Pada awal berdiri, omzetnya hanya sekitar Rp3,5 juta per bulan. Namun berkat kerja keras dan konsistensi menjaga kualitas rasa, kini pendapatannya meningkat hingga belasan juta rupiah per bulan.

Sidney pun berencana memperluas usahanya dengan membuka cabang di beberapa titik di Semarang serta menambah varian menu baru.

“Saya ingin mengembangkan skill, termasuk berbicara di depan kamera, karena itu yang paling saya sukai. Harapannya, saya bisa berkembang lebih jauh di dunia digital,” tutupnya penuh optimisme. (luk/iza)