Perbaikan Pasar Kota Pemalang Kembali Diajukan ke Pusat

SUASANA: Para pedagang dan penjual di Pintu Masuk Pasar Pagi Pemalang saat beraktivitas, belum lama ini. (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang kembali mengajukan proyek perbaikan Pasar Kota, yaitu Pasar Pagi Pemalang ke pemerintah pusat. Di mana pada periode presiden sebelumnya, proyek tersebut masuk ke dalam proyek strategis nasional. Namun karena adanya pandemi covid-19 dan pergeseran anggaran sehingga belum terealisasikan hingga 2025 ini.

Kepala Diskoperindag Pemalang, Fera Djokosusanto membenarkan rencana Pemkab untuk merevitalisasi Pasar Pagi Pemalang yang kini keadaan bangunan hingga sarana dan prasarana (sarpras)-nya memprihatinkan. Langkah tersebut sebagai salah satu program penataan kota yang digagas oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dan Wakil Bupati Nurkholes di 2026 mendatang.

“Benar ada rencananya di tahun depan, ini jadi program yang diusahakan dapat terealisasi menilik kondisi sarpras sudah sangat memprihatinkan,” terangnya.

Ia menjelaskan bahwa sebelumnya pada era Presiden Joko Widodo, proyek perbaikan pasar tersebut masuk menjadi proyek strategis nasional. Oleh karena itu, pihaknya mencoba untuk mengajukan kembali ke pemerintah pusat agar Pasar Kota dapat tersentuh pembangunan dan menjadi salah satu penataan wajah Kabupaten Pemalang.

Pada pengajuan sebelumnya nilai proyek di Rencana Anggaran Biaya (RAB) Pasar Pagi diestimasikan sebesar Rp240 miliar di 5 tahun lalu. Fera menyebut, karena ada penyesuaian harga saat ini, ada kemungkinan anggaran tersebut ditambah. Karena jika menggunakan angka yang sama tidak relevan dengan perkembangan ekonomi masyarakat.

“Ya kemungkinan berbeda dan kita akan mencoba menyusun ulang untuk RAB pembangunan pasar pagi. Kalau pengajuan yang sebelumnya malah di pindah ke utara pasar induk kalau di 2026 mendatang masih direncanakan,” jelasnya. (fan/adf)