Kudus  

Realisasi Baru Rp 502 Miliar, KPP Pratama Kudus Gencarkan Edukasi Perpajakan

‎‎Kepala KPP Pratama Kudus, Imam Teguh Suyudi saat memantau pelayanan masyarakat. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

Penyuluh KPP Pratama Kudus, Duto Suryo, menjelaskan bahwa sosialisasi mengenai Cortex menjadi prioritas lantaran banyak wajib pajak yang belum memahami sistem pelaporan terbaru ini. Sosialisasi dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari kunjungan langsung, penyuluhan, hingga pesan WhatsApp Blast.

“Kami tidak bosan mengingatkan agar wajib pajak segera aktivasi Cortex. Jika tidak, nanti saat pelaporan SPT tahun 2025 akan kesulitan dan dianggap belum selesai kewajibannya, padahal hanya masalah administrasi yang tertinggal,” terangnya.

Meski demikian, petugas pajak kerap menghadapi kendala dalam pelaksanaan edukasi. Salah satunya adalah maraknya modus penipuan melalui pesan singkat atau aplikasi WhatsApp yang mengatasnamakan kantor pajak. Akibatnya, tak jarang edukasi resmi dari KPP Kudus justru dicurigai sebagai upaya penipuan oleh wajib pajak.

Menyikapi hal tersebut, Duto meminta masyarakat untuk selalu melakukan pemeriksaan ulang (konfirmasi) melalui akun media sosial resmi KPP Pratama Kudus atau menghubungi kantor secara langsung jika menerima pesan yang mencurigakan.

“Kami sangat terbuka. Kalau ada pesan yang meragukan, silakan cek ke akun resmi kami atau langsung datang ke kantor untuk memastikan,” tambahnya.

Kendala lain yang juga sering ditemui adalah keterlambatan pembayaran pajak karena dana yang seharusnya disetorkan ke negara terlanjur digunakan untuk keperluan lain.

Melalui edukasi yang masif, KPP Pratama Kudus berharap kesadaran pajak masyarakat semakin meningkat sehingga penerimaan negara dapat terdongkrak di akhir tahun. Pihaknya optimistis penerimaan pajak akan meningkat pada Desember 2025, sekaligus mematangkan persiapan sistem pelaporan modern untuk tahun depan.

“Upaya edukasi terus dikuatkan dengan harapan wajib pajak tidak hanya patuh, tetapi juga memahami bahwa pajak adalah tulang punggung pembangunan daerah,” pungkasnya. (adm/fat)