SEMARANG, Joglo Jateng – Laju inflasi di Provinsi Jawa Tengah menunjukkan tren penurunan yang positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada November 2025, inflasi Jawa Tengah berada di angka 0,19 persen secara bulanan (month to month/mtm). Angka ini lebih rendah dibandingkan bulan Oktober yang mencapai 0,40 persen.
Pergerakan ini sejalan dengan kondisi inflasi nasional yang juga terpantau melandai menjadi 0,17 persen.
Plt. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah, Andi Reina Sari Hufaid menjelaskan, meski secara umum turun, inflasi bulan ini masih sangat dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok volatile food ini memberikan andil terbesar hingga 0,12 persen (mtm), dipicu oleh kenaikan harga sejumlah komoditas hortikultura.
“Komoditas penyumbang inflasi utama pada kelompok tersebut antara lain bawang merah, kacang panjang, dan cabai merah,” ujar Reina, Rabu (3/12/2025).
Produksi Bawang Merah Terendah
Reina memaparkan, berdasarkan Early Warning System Kementerian Pertanian, produksi bawang merah pada November 2025 tercatat sebagai yang terendah sepanjang tahun ini. Tingginya harga benih serta serangan hama menjadi faktor utama penurunan produksi, diperparah dengan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Faktor cuaca juga berdampak buruk pada pasokan cabai merah. Gangguan produksi sejak awal November menyebabkan suplai ke pasar tidak optimal, sehingga memicu tekanan harga di tingkat konsumen.










