SEMARANG, Joglo Jateng – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melaksanakan rangkaian kegiatan Selapanan di Kota Semarang menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2026. Dalam kegiatan tersebut Gubernur Ahmad Luthfi menyalurkan sejumlah program bantuan sosial seperti Bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan melakukan pengendalian harga pangan di Balai Kelurahan Krobokan, Kecamatan Semarang Barat, Senin (8/12/2025).
Program tersebut meliputi penyerahan Bantuan KUBE, pemberian Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), pelayanan kesehatan dokter spesialis keliling (Speling), serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan fokus penting dalam upaya mengurangi kemiskinan secara berkelanjutan. “Pemerintah hadir tidak hanya memberikan bantuan, tetapi memastikan agar setiap kelompok usaha benar-benar berkembang. KUBE harus menjadi motor kemandirian warga, bukan sekadar penerima bantuan,” terang Ahmad Luthfi, kemarin.
Sementara itu, Kabid Penanganan Fakir Miskin (PFM) Dinsos Jateng, Moh. Sigit menjelaskan bahwa Dinas Sosial berkomitmen memberikan pendampingan intensif bagi seluruh KUBE. Hal itu agar administrasi, pengelolaan usaha, dan pencatatan keuangan berjalan sesuai standar.
“Kami memastikan bantuan ini tidak berhenti pada penyerahan saja. Pendampingan, evaluasi usaha, dan pembinaan rutin terus kami lakukan, agar KUBE ini tumbuh menjadi kelompok usaha yang kuat dan mandiri,” ujar Moh. Sigit.
Seluruh rangkaian kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, memperluas akses layanan dasar, dan menjaga stabilitas harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Dalam agenda tersebut, Pemprov Jateng melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah menyerahkan bantuan KUBE senilai Rp 20 juta kepada satu kelompok usaha di Kelurahan Krobokan yang beranggotakan 10 orang.
Bantuan tersebut diberikan sebagai stimulan untuk pengembangan usaha ekonomi produktif sekaligus memfasilitasi pendampingan dan peningkatan keterampilan masyarakat agar lebih mandiri secara ekonomi.
Selain dukungan terhadap usaha warga, Kelurahan Krobokan juga menerima bantuan 1 ton beras dari CPPD yang diperuntukkan bagi 100 keluarga miskin. Masing-masing keluarga mendapatkan 10 kilogram beras sebagai upaya antisipatif menghadapi kerawanan pangan serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi hingga akhir tahun.










