KAB. SEMARANG, Joglo Jateng – Wisata kano di kawasan Rawa Pening, Kabupaten Semarang, kini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan. Wahana ini menawarkan pengalaman menyusuri aliran anak sungai danau dengan suasana tenang dan panorama alam khas Ambarawa yang memukau.
Aktivitas ini tidak hanya cocok bagi pecinta alam, tetapi juga dinikmati berbagai kalangan, mulai dari pasangan yang mencari suasana romantis hingga keluarga yang ingin berpetualang.
Lokasi dan Pilihan Paket
Lokasi wisata ini terletak di Desa Rowobani, kawasan Ambarawa, tepat di jalur utama Semarang–Yogyakarta. Dari pusat Kota Semarang, jarak tempuh sekitar 40 kilometer atau kurang lebih satu jam perjalanan.
Pengelola menyediakan tiga pilihan paket perjalanan (trip) yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengunjung:
Short Trip: Jarak 1,3 kilometer dengan harga Rp125.000.
Long Trip: Jarak 2,5 kilometer dengan harga Rp225.000.
Muara Trip: Jarak 4 kilometer dengan harga Rp350.000.
Fasilitas Lengkap dan Aman
Dengan harga tersebut, wisatawan mendapatkan fasilitas yang sangat memadai. Paket sudah termasuk kano untuk satu orang, fasilitas keselamatan (pelampung dan helm), pemandu, camilan dan minuman, dokumentasi foto/video, serta asuransi.
Uniknya, untuk perjalanan kembali ke titik awal, wisatawan akan dijemput menggunakan perahu motor sehingga tidak perlu lelah mendayung balik. Di lokasi juga tersedia fasilitas penunjang seperti area parkir luas, tempat bilas, penitipan barang, warung makan tradisional, dan berbagai spot foto instagramable.

Salah satu wisatawan asal Semarang, Altaf Hakim, mengaku terkesan setelah mencoba aktivitas ini. “Pemandangannya tenang dan luas, memberikan sensasi melepas penat. Apalagi biayanya masih terjangkau untuk wisata keluarga,” ungkapnya.
Potensi Desa Wisata Kabupaten Semarang
Keberadaan wisata kano ini turut mendukung potensi pariwisata daerah. Bupati Semarang, Ngesti Nugraha menyampaikan bahwa Kabupaten Semarang saat ini memiliki jumlah desa wisata terbanyak di Jawa Tengah.
“Total terdapat 85 desa wisata, yang terdiri atas 9 desa wisata maju, 34 desa berkembang, dan 42 desa rintisan,” jelas Ngesti.
Ia menambahkan, pemerintah daerah terus berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pelaku ekonomi kreatif dan seni budaya. Hal ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan destinasi wisata lokal agar terus berkembang dan memberi dampak positif bagi masyarakat. (ara/iza)










