KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Perhubungan (Dishub) berkomitmen memperluas fasilitas bagi pesepeda. Pengembangan jalur sepeda di Kudus ini terus didorong guna menciptakan moda transportasi yang aman, sehat, dan ramah lingkungan bagi masyarakat.
Program ini tidak sekadar fasilitas olahraga akhir pekan. Lebih dari itu, pemerintah menargetkan agar jalur khusus ini dimanfaatkan untuk mobilitas harian, seperti berangkat ke sekolah maupun bekerja.
Fokus Lokasi Pengembangan Jalur
Kepala Dishub Kudus, Mundir melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana serta Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Mukhlisin menjelaskan progres pembangunan fasilitas ini. Hingga kini, jalur khusus sepeda di Kota Kretek telah terbangun sepanjang lebih dari dua kilometer.
Pengembangan jalur tersebut saat ini difokuskan di sejumlah ruas jalan protokol utama, antara lain:
- Kawasan Alun-alun Kudus
- Jalan Sunan Kudus
- Jalan Loekmono Hadi
“Jalur sepeda ini amanat kebijakan nasional. Walaupun saat ini pengguna sepeda secara statistik menurun, pemerintah tetap wajib menyediakan fasilitas yang aman. Harapannya, jalur ini tidak hanya digunakan saat akhir pekan, tetapi juga untuk aktivitas harian,” terang Mukhlisin.
Perbaikan Marka yang Hilang
Pihak Dishub juga menyoroti kondisi fisik jalur sepeda yang sempat terkendala teknis. Beberapa jalur diketahui sempat hilang atau tertutup akibat adanya proyek pengaspalan ulang jalan.
Menyikapi hal tersebut, Dishub berkomitmen melakukan pemeliharaan rutin. Pengecatan ulang dan penyempurnaan marka jalan akan segera dilakukan, terutama di sisi barat Alun-alun Kudus dan titik-titik lain yang sebelumnya sudah tersedia.
Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pesepeda sekaligus mendorong budaya bersepeda di kalangan masyarakat Kudus, meskipun tren penggunaannya sempat mengalami fluktuasi. (adm/fat)










