Kudus  

Superflu H3N2 Mengintai, Warga Kudus Wajib Tahu Gejalanya!

Kabid P2P Dinas Kesehatan Kudus Darsono memberikan keterangan terkait kewaspadaan virus superflu
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) DKK Kudus, Darsono. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus meminta masyarakat untuk waspada superflu atau virus Influenza A (H3N2) subklade K yang kini menjadi perhatian. Meski berdasarkan data kesehatan hingga awal 2026 belum ditemukan kasus di Kota Kretek, langkah antisipasi dini dinilai sangat penting.

Virus ini dilaporkan telah menyebar di sejumlah wilayah Indonesia dengan catatan 62 kasus hingga 1 Januari 2026. Situasi ini mendorong pemerintah daerah untuk mengingatkan warga agar tidak lengah terhadap potensi penularan penyakit saluran pernapasan tersebut.

Mengenal Gejala dan Karakteristik Virus

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Darsono menjelaskan bahwa “superflu” sebenarnya bukan istilah medis resmi. Sebutan ini digunakan untuk menggambarkan lonjakan kasus Influenza A (H3N2) subklade K yang memiliki tingkat penyebaran lebih cepat dibanding flu musiman biasa.

Meskipun termasuk virus lama yang bermutasi, gejala yang ditimbulkan varian ini cenderung lebih berat. Berikut beberapa gejala umum yang perlu diwaspadai:

  • Demam tinggi antara 39-41 derajat celcius.
  • Nyeri otot berat.
  • Kelelahan ekstrem.
  • Batuk kering, sakit kepala, dan sakit tenggorokan berat.

“Yang perlu waspada adalah anak-anak, lansia, ibu hamil, orang dengan aktivitas padat, serta mereka yang memiliki daya tahan tubuh rendah. Mereka harus lebih protektif agar tidak terinfeksi,” jelas Darsono.

Langkah Pencegahan Efektif

Guna mencegah masuk dan menyebarnya virus ini di Kudus, Dinas Kesehatan menyarankan langkah-langkah pencegahan sederhana namun efektif. Masyarakat diminta disiplin mencuci tangan dengan sabun, menjaga asupan gizi, berolahraga rutin, dan istirahat cukup.

Darsono menegaskan, meskipun Kudus masih nihil kasus, proteksi diri dan keluarga harus menjadi prioritas utama.

“Gunakan masker bila berada di keramaian atau kontak dengan penderita, tutup mulut dan hidung saat bersin, dan vaksin influenza sebagai proteksi tambahan,” imbuhnya.

Ia berharap kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat terus meningkat. Konsumsi buah, sayur, dan air putih yang cukup diyakini mampu membuat tubuh lebih kuat menghadapi ancaman penyakit musiman ini. (uma/fat)