3 Kabupaten di Jateng Dikepung Banjir dan Longsor, Akses Desa Tempur Putus Total

‎APES: Tampak seorang pengendara sedang menuntun motornya yang mengalami mogok pasca melewati jalur Kudus-Pati pada Minggu (11/1). (‎ADAMNAUFALDO/JOGLO JATENG).

KUDUS, Joglo Jateng – Curah hujan ekstrem yang mengguyur kawasan Muria dan pesisir utara Jawa Tengah sejak Kamis (8/1) hingga Minggu (11/1/2026) mengakibatkan bencana banjir dan longsor Pati Kudus Jepara. Suasana mencekam meliputi sejumlah titik lokasi di mana arus sungai meluap deras dan material longsor menutup akses jalan vital antar-desa.

Rangkaian bencana hidrometeorologi ini melumpuhkan aktivitas warga di tiga kabupaten sekaligus. Mulai dari permukiman yang terendam, akses desa wisata yang terputus, hingga kemacetan panjang di Jalur Pantura akibat genangan air yang tinggi.

Kudus: 14 Ribu Jiwa Terdampak, Status Siaga Darurat

Di Kabupaten Kudus, intensitas hujan tinggi di Pegunungan Muria menyebabkan luapan Sungai Gelis, Piji, dan Dawe. Air merendam rumah warga di empat kecamatan, yakni Kota, Mejobo, Jekulo, dan Bae. Tak hanya banjir, puluhan titik longsor juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Dawe, Gebog, dan Bae.

“Sebanyak 14.143 jiwa terdampak banjir, limpasan sungai, dan longsor sejak Jumat,” ungkap Kasi Kedaruratan BPBD Kudus, Ahmad Munaji, Minggu (11/1).

Menyikapi kondisi ini, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menetapkan status siaga darurat bencana yang berlaku hingga 31 Mei 2026. Ia menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bergerak cepat.

“Kami tidak ingin penanganan lambat. Semua OPD harus turun dan memastikan kebutuhan warga terpenuhi,” tegas Sam’ani.

Jepara: Akses Desa Tempur Putus, Banjir Bandang 1,5 Meter

Situasi tak kalah genting terjadi di Kabupaten Jepara. Banjir bandang menerjang Desa Sumberrejo, Kecamatan Donorojo dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter di Dukuh Tempur dan Dukuh Pendem.

Sementara itu, akses utama menuju kawasan wisata Desa Tempur, Kecamatan Keling, terputus total. Badan jalan sepanjang 60–70 meter hilang terseret arus sungai, menyisakan jurang menganga. Kalakhar BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto menyebutkan sedikitnya ada 18 titik longsoran besar dengan timbunan material mencapai dua meter.

“Untuk sementara hanya motor yang bisa melintas. Kami siapkan opsi penyeberangan darurat jika bahu jalan kembali tergerus,” jelas Arwin.