KENDAL, Joglo Jateng – Ratusan kader perempuan muda Nahdlatul Ulama memadati area Pondok Pesantren Darul Amanah, Sukorejo, Minggu (18/1). Mereka menjadi saksi pelantikan Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Kendal masa khidmah 2025–2030 yang berlangsung khidmat.
Momentum ini tidak hanya menjadi ajang seremonial pergantian kepengurusan, tetapi juga penegasan komitmen organisasi dalam isu sosial dan lingkungan. Salah satu gebrakan utamanya adalah peluncuran program pengelolaan limbah berbasis komunitas.
Luncurkan Shodaqoh Sampah (Shopa)
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum PP Fatayat NU, Margaret Aliyatul Maimunah, dilanjutkan pengukuhan lembaga oleh Ketua PW Fatayat NU Jawa Tengah, Tazkiyyatul Muthmainnah.
Dalam kesempatan tersebut, Fatayat NU Kendal meluncurkan sejumlah program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat:
- Shodaqoh Sampah (Shopa): Program pengelolaan sampah berbasis kader dan keluarga.
- Pencegahan Kekerasan: Advokasi perlindungan terhadap perempuan dan anak.
- Ekonomi Umat: Pameran produk UMKM binaan kader.
- Ketahanan Lingkungan: Penyerahan bibit tanaman buah.
Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Kendal, Mu’arofah, menegaskan kesiapannya bersinergi dengan pemerintah daerah. Ia menilai kondisi sampah di Kendal memerlukan penanganan kolektif.
“Fatayat NU akan mendorong kader di semua jenjang untuk mengurangi konsumsi plastik dan membiasakan pilah sampah dari rumah,” tegas Mu’arofah.
Apresiasi Bupati: Potensi Kekuatan Besar
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, pelibatan organisasi perempuan dalam isu pengelolaan sampah adalah langkah cerdas.
“Jumlah kader Fatayat NU di Kabupaten Kendal sangat besar. Jika diorganisir dengan baik, ini menjadi kekuatan luar biasa untuk melayani kepentingan umat sekaligus menjaga lingkungan,” kata Bupati Tika.
Bupati mendorong para kader untuk menjadi motor penggerak perubahan perilaku di masyarakat, meliputi:
- Inisiasi gerakan pilah sampah dari rumah tangga.
- Penguatan manajemen sampah tingkat desa/kelurahan.
- Kampanye masif pengurangan penggunaan plastik.
Kedekatan sosial kader Fatayat dengan masyarakat diyakini menjadi modal sosial penting untuk mengubah pola pikir warga terkait kebersihan lingkungan. (ags/gih)










