SEMARANG, Joglo Jateng – Suasana pembelajaran di SD Islam Al Huda Semarang pada semester genap tahun ajaran ini terasa berbeda dan lebih dinamis. Sekolah mulai memperkuat penerapan Program Kokurikuler dan Pembelajaran Berbasis Projek (PBP) yang terintegrasi langsung dalam proses belajar mengajar sehari-hari.
Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya menerima materi secara teoretis di dalam kelas. Lebih dari itu, mereka diajak mengembangkan karakter, kemandirian, serta minat belajar sejak dini melalui praktik nyata.
Kepala SD Islam Al Huda Semarang, Indra Nur Kholis menjelaskan, program tersebut dirancang untuk memperkaya pengalaman belajar siswa. PBP dan kokurikuler diintegrasikan ke dalam mata pelajaran masing-masing sehingga seluruh projek tetap selaras dengan capaian pembelajaran.
“Program kokurikuler dan pembelajaran berbasis projek sudah kami terapkan dan diintegrasikan ke dalam mata pelajaran. Jadi bukan kegiatan tambahan di luar, tetapi menjadi bagian dari proses belajar,” ujar Indra, Senin (19/1/26).
Integrasi Ibadah dan Praktik
Pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), penerapan pembelajaran berbasis projek dilakukan melalui praktik langsung ibadah. Siswa dibimbing untuk menjalankan kegiatan ritual harian sebagai sebuah projek berkelanjutan.
“Di Pendidikan Agama Islam, projeknya bisa berupa praktik wudu, salat wajib, zikir, sampai hafalan surat pendek dan Juz 30. Semuanya masuk dalam pembelajaran berbasis projek,” jelasnya.










