Pati  

Penanganan Banjir Pati, Pemkab Fokus Distribusi Logistik dan Dapur Umum

Kepala Bapperida Pati Muhtar sedang mengecek dapur umum di DinsosP3AKB Pati
SUASANA: Kepala Bapperida Pati Muhtar sedang mengecek dapur umum di DinsosP3AKB Pati, belum lama ini. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Sejumlah wilayah di Kabupaten Pati masih tergenang air hingga menyulitkan aktivitas warga sehari-hari. Merespons kondisi lapangan di mana banyak dapur warga tidak bisa digunakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memprioritaskan penanganan banjir Pati pada sektor distribusi pangan dan logistik.

Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, dan Riset Daerah (Bapperida) Kabupaten Pati, Muhtar mengungkapkan, strategi penanganan saat ini dibagi menjadi dua tahap. Selama banjir berlangsung, pihaknya memaksimalkan penyaluran bantuan pangan, sedangkan perbaikan infrastruktur akan dilakukan pascabanjir surut.

“Kami tingkatkan fokus di distribusi bantuan pangan. Setelah banjir atau pascabanjir yang harus jadi perhatian adalah perbaikan infrastruktur,” katanya.

Muhtar menegaskan, ketersediaan makanan siap santap menjadi kebutuhan paling mendesak bagi korban banjir saat ini. Pasalnya, banyak fasilitas rumah tangga warga yang rusak atau terendam air, sehingga akses untuk memasak sangat minim.

Oleh sebab itu, sinergi antarpihak sangat dibutuhkan untuk memastikan distribusi makanan ke pengungsi maupun korban yang bertahan di rumah bisa tepat sasaran. Keberadaan dapur umum di titik-titik krusial menjadi kunci mencukupi kebutuhan warga.

“Yang kita bantu utamanya logistik karena di situ vital. Kalau tidak ditangani bisa parah, sehingga fokus kita saat ini distribusi logistik melalui dapur umum bagi warga yang kena bencana,” tuturnya.

Operasionalkan Dua Dapur Umum

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak & Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Pati, Aviani Tritanti Venusia menambahkan, pihaknya telah mengaktifkan dua dapur umum. Lokasinya berada di Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus dan di Kantor Dinsos P3AKB Pati.

Kedua dapur umum tersebut beroperasi penuh setiap hari untuk memasak makanan siap saji yang kemudian disalurkan ke desa-desa terdampak. Dalam sehari, petugas memasak hingga tiga kali dengan kapasitas produksi mencapai 1.000 porsi nasi bungkus per kali masak dengan menu yang bervariasi.

“Dapur umum di Dinsos P3AKB Kabupaten Pati ini mulai dua minggu yang lalu sejak banjir pertama kali. Alhamdulillah dapur umum ini semuanya di-back up Kemensos mulai dari bahan maupun tenaga,” jelasnya.

Sinergi Tagana dan Perangkat Desa

Proses pemenuhan logistik ini melibatkan rantai kerja yang panjang, mulai dari belanja bahan, pengolahan, penyajian, hingga distribusi. Tenaga masak yang dikerahkan berasal dari gabungan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kemensos, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tim Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta pegawai Dinsos sendiri.

Terkait mekanisme distribusi, Aviani menjelaskan bahwa pihak desa mengambil peran aktif.

“Prosesnya mulai membeli bahan mentah untuk kita olah sampai ke pembungkusan. Untuk distribusi diambil sendiri oleh beberapa desa yang mengajukan bantuan logistik, kita koordinasikan melalui telepon ke pihak desa terkait,” ucapnya.

Ia menjamin seluruh desa yang telah mengajukan permohonan bantuan logistik ke Dinsos P3AKB Pati akan mendapatkan jatah, sehingga warga tidak perlu khawatir kekurangan pasokan.

“Sangat bermanfaat sekali, ditunggu masyarakat karena mereka tidak bisa masak, dapurnya terendam air. Ada yang kompornya tidak bisa nyala dan bahan makanannya rusak, sehingga adanya dapur umum ini masyarakat senang,” pungkasnya. (lut/rds)