Sebaran Wilayah Terdampak
Di Kabupaten Pati, tambak yang terendam tersebar di enam kecamatan, antara lain:
- Kecamatan Margoyoso
- Kecamatan Dukuhseti
- Kecamatan Tayu
- Kecamatan Kayen
- Kecamatan Gabus
Tercatat sedikitnya 19 desa mengalami dampak banjir dengan komoditas utama berupa ikan nila salin.
“Sebagian besar sudah siap panen, tapi justru kena banjir. Air meluap, tanggul jebol, ikan ikut hanyut. Kalau satu ton ikan harganya Rp 18 ribu per kilogram, bisa dibayangkan berapa kerugian yang dialami pembudidaya,” jelas Endi.
Sementara itu, di Kabupaten Pemalang, laporan awal masuk dari Desa Sidokare. Hingga kini, DKP Jateng masih terus menghimpun data luasan dan nilai kerugian pasti seiring proses verifikasi di lapangan.
Siapkan Bantuan Benih
Endi mengakui bahwa hingga saat ini sektor budidaya perikanan belum memiliki skema perlindungan seperti asuransi gagal panen yang biasa dimiliki petani tanaman pangan. Sebagai solusi pemulihan, DKP Jawa Tengah menyiapkan langkah bantuan benih.
“Nanti tergantung anggaran yang tersedia. Kami akan memetakan wilayah mana yang paling membutuhkan dan bantuan benih akan kami prioritaskan ke sana,” pungkasnya. (hfh/gih)










