Rugi Rp 17 Miliar! Ikan Siap Panen di Pati dan Pemalang Lenyap Tersapu Banjir

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah, Endi Faiz Effendi
KETERANGAN: Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah, Endi Faiz Effendi di kantor DKP Provinsi Jawa Tengah, Selasa (27/1). (HAFIFAH NUR CHASANAH/JOGLO JATENG)

Sebaran Wilayah Terdampak

Di Kabupaten Pati, tambak yang terendam tersebar di enam kecamatan, antara lain:

  • Kecamatan Margoyoso
  • Kecamatan Dukuhseti
  • Kecamatan Tayu
  • Kecamatan Kayen
  • Kecamatan Gabus

Tercatat sedikitnya 19 desa mengalami dampak banjir dengan komoditas utama berupa ikan nila salin.

“Sebagian besar sudah siap panen, tapi justru kena banjir. Air meluap, tanggul jebol, ikan ikut hanyut. Kalau satu ton ikan harganya Rp 18 ribu per kilogram, bisa dibayangkan berapa kerugian yang dialami pembudidaya,” jelas Endi.

Sementara itu, di Kabupaten Pemalang, laporan awal masuk dari Desa Sidokare. Hingga kini, DKP Jateng masih terus menghimpun data luasan dan nilai kerugian pasti seiring proses verifikasi di lapangan.

Siapkan Bantuan Benih

Endi mengakui bahwa hingga saat ini sektor budidaya perikanan belum memiliki skema perlindungan seperti asuransi gagal panen yang biasa dimiliki petani tanaman pangan. Sebagai solusi pemulihan, DKP Jawa Tengah menyiapkan langkah bantuan benih.

“Nanti tergantung anggaran yang tersedia. Kami akan memetakan wilayah mana yang paling membutuhkan dan bantuan benih akan kami prioritaskan ke sana,” pungkasnya. (hfh/gih)