KUDUS, Joglo Jateng – Manajemen Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus terus berbenah meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dengan mengembangkan sistem berbasis teknologi. Hal ini terlihat dari transformasi digital yang diterapkan untuk memangkas antrean dan mempermudah akses pasien, baru-baru ini.
Langkah progresif ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat Kota Kretek yang kian beragam. Selain digitalisasi, pihak rumah sakit juga memperluas jangkauan layanan medis melalui penambahan tenaga dokter dan spesialisasi baru sepanjang tahun 2025.
Sistem Terintegrasi Online
Direktur RSI Sunan Kudus, Saifudin menjelaskan, pengembangan kecepatan dan kemudahan layanan menjadi fokus utama manajemen. Pihaknya telah membangun sistem yang terintegrasi secara daring (online) untuk memangkas birokrasi.
”Di sisi internal, kami mengembangkan kecepatan dan kemudahan layanan melalui sistem yang terintegrasi secara online,” ujarnya, Rabu (4/2/26).
Konsep besar pelayanan yang diusung adalah menghadirkan kemudahan akses tanpa proses administrasi yang berbelit. Dengan sistem digital, pasien dapat memperoleh layanan lebih cepat, efisien, serta meningkatkan rasa aman selama menjalani perawatan.
Raih Penghargaan BPJS Kesehatan
Komitmen penguatan layanan berbasis teknologi informasi ini membuahkan hasil manis. RSI Sunan Kudus berhasil meraih penghargaan bergengsi dari Direktorat Teknologi Informasi BPJS Kesehatan.
Apresiasi tersebut diberikan atas kemampuan rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan yang terintegrasi dengan sistem IT yang mumpuni, sehingga berdampak langsung pada kenyamanan pasien.
Dominasi Kasus Rawat Jalan
Terkait tren kesehatan, Saifudin memaparkan bahwa dengan penambahan dokter dan spesialisasi, kebutuhan medis masyarakat kini lebih terlayani. Berdasarkan data rumah sakit, kasus rawat jalan didominasi oleh lima poli utama:
- Poli Saraf
- Penyakit Dalam
- Jantung
- Bedah
- Ortopedi
”Sementara untuk rawat inap, kasus yang paling banyak ditangani masih berkaitan dengan penyakit musiman seperti demam berdarah dan infeksi akibat perubahan cuaca,” tambahnya.
Ke depan, RSI Sunan Kudus berharap tidak hanya menjadi rujukan kuratif (pengobatan), tetapi juga mampu membimbing masyarakat menuju gaya hidup sehat melalui pendekatan promotif dan preventif. (adm/fat/rds)










