Strategi Tumpang Sari dan Pemasaran
Dalam pelaksanaannya, program Melati Bina Tani menerapkan beberapa strategi teknis untuk meminimalisir risiko gagal panen dan memaksimalkan keuntungan:
- Pola Tumpang Sari: Menggabungkan tanaman kol, cabai, dan bawang merah dalam satu lahan untuk efisiensi.
- Pendampingan Ahli: Melibatkan praktisi pertanian agar hasil panen optimal.
- Kolaborasi Lahan: Menggunakan lahan milik petani setempat sebagai lokasi belajar (demplot).
Terkait pemasaran, Abdul Malik mengakui saat ini hasil panen masih didistribusikan secara mandiri karena volume produksi yang belum masif. Namun, peta jalan pemasaran sudah disiapkan.
“Ke depan, kami akan menjalin kerja sama dengan SPPG agar hasil pertanian petani muda dapat terserap secara maksimal,” imbuhnya.
Langkah strategis ini mendapat apresiasi dari kalangan legislatif. Anggota Komisi B DPRD Kendal, Sukron, menilai inisiatif ini sejalan dengan visi ketahanan pangan daerah.
“Perlu ada kesinambungan antara petani lama dan petani muda agar sektor pertanian tetap berlanjut,” pungkas Sukron. (ags/gih/rds)










