Kudus  

‎Aplikasi Tring Pegadaian Dorong Anak Muda Kudus Gemar Investasi Emas

Pemimpin Cabang Pegadaian Kudus Endang Sulastri menunjukkan antarmuka aplikasi Tring Pegadaian di layar ponsel untuk mudahkan nasabah berinvestasi emas.
‎TUNJUK: Pemimpin Cabang Pegadaian Kudus, Endang Sulastri saat menunjukkan aplikasi digital pendorong anak muda berinvestasi emas. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Transformasi digital PT Pegadaian melalui aplikasi Tring Pegadaian kini makin digandrungi generasi muda di Kabupaten Kudus. Berbekal sentuhan di layar ponsel pintar, anak-anak muda mulai beralih mengalokasikan uang jajannya untuk berinvestasi logam mulia dengan cara yang jauh lebih fleksibel dan sangat terjangkau.

Pemimpin Cabang Pegadaian Kudus, Endang Sulastri mengungkapkan, inovasi digital ini berhasil meruntuhkan stigma bahwa menabung emas membutuhkan modal besar. Aplikasi ini hadir sebagai solusi konkret bagi milenial dan Gen Z yang menginginkan transaksi praktis tanpa harus datang mengantre di kantor cabang.

Modal Investasi Emas Sangat Ramah Kantong

Melalui layar ponsel, nasabah kini leluasa memantau pergerakan harga emas secara real-time sekaligus membuka rekening tabungan emas. Menariknya, pembelian investasi emas anak muda ini tidak harus menunggu hingga terkumpul satu gram.

“Lewat aplikasi Tring, anak-anak muda bisa langsung transaksi tanpa harus menunggu punya satu gram emas. Minimalnya hanya 0,01 gram atau sekitar Rp 28 ribu. Jadi bisa menyesuaikan uang jajan, sedikit-sedikit tapi lama-lama terkumpul,” ujar Endang.

Konsep digital ini dinilai membuat investasi emas terasa lebih dekat dengan gaya hidup cashless (nontunai) masa kini. Transaksi bisa dieksekusi dari rumah atau saat bersantai, sebab sistem pembayarannya telah terintegrasi dengan beragam layanan perbankan digital.

Kinerja Pegadaian Kudus Melonjak Tajam

Kemudahan akses tabungan emas digital nyatanya mendongkrak kinerja Pegadaian Kudus secara signifikan. Tren kesadaran berinvestasi ini didorong pula oleh kenaikan harga emas global pada akhir 2025 lalu.

Seiring masifnya pemanfaatan aplikasi tersebut, Pegadaian Kudus menorehkan sejumlah capaian positif pada awal 2026:

  • Capaian kinerja sepanjang 2025 berhasil menembus 160 persen dari target awal yang ditetapkan.
  • Total investasi emas masyarakat periode Januari hingga Februari 2026 telah mencapai 4,2 kilogram.
  • Posisi outstanding loan (OSL) atau total pinjaman berjalan menyentuh angka Rp 240 miliar, melampaui target Rp 239 miliar.

Saat ini, Pegadaian Kudus memang tetap mengoperasikan tujuh outlet fisik yang tersebar di berbagai titik wilayah. Namun, kehadiran aplikasi Tring membebaskan nasabah dari batas ruang dan waktu. Masyarakat kini bisa leluasa menabung secara online, lalu berhak mencetak emas fisik batangan ketika saldo gramasi di dalam aplikasi dirasa telah mencukupi. (adm/rds)