KENDAL, Joglo Jateng – Pelaksanaan program TMMD di Kendal (TNI Manunggal Membangun Desa) ke-127 yang dipusatkan di Desa Gedong, Kecamatan Patean mencatatkan capaian luar biasa dengan dukungan anggaran menembus tiga kali lipat dari dana operasional. Suasana optimisme begitu terasa di lokasi saat jajaran aparat dan warga bahu-membahu merampungkan berbagai proyek fisik infrastruktur.
Melimpahnya dukungan pembiayaan tersebut menguatkan keyakinan bahwa seluruh sasaran fasilitas dasar dan nonfisik akan tuntas lebih cepat dari tenggat waktu. Sinergi pendanaan cross-sektoral ini bahkan menjadi sorotan positif khusus dari tim pengawasan tingkat pusat.
Tinjauan Tim Pusat dan Progres Lapangan
Kepastian percepatan akselerasi ini mengemuka saat Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Sterad turun meninjau langsung ke lokasi pada Kamis (26/2/2026). Tim yang dikomandoi oleh Kolonel Kav. Zubaedi tersebut memantau ketat progres pengerjaan jalan desa, jembatan, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), hingga sumur bor yang selama ini dinantikan masyarakat.
“Dari sisi pembiayaan, capaian di Kendal ini menonjol. Target terpenuhi, bahkan dukungan anggarannya mencapai sekitar tiga kali dana operasional. Ini menjadi catatan positif yang akan kami laporkan ke pimpinan,” kata Zubaedi di sela peninjauan.
Menurutnya, dengan ritme kerja yang ada serta sisa waktu yang tersedia, pengerjaan lapangan sangat realistis untuk diselesaikan sebelum 11 Maret 2026. Namun, ia menekankan bahwa hasil TMMD bukan sekadar bangunan fisik, melainkan nilai kebersamaan warga yang harus senantiasa dirawat agar manfaatnya berkelanjutan.
Sinergi Lintas Sektor Pemkab Kendal
Keberhasilan akselerasi pembangunan infrastruktur desa ini berjalan efektif di bawah komando penuh Kodim 0715/Kendal. Komandan Kodim sekaligus Dansatgas TMMD, Letkol Inf Bagus Setiawan menyebut kolaborasi berbagai pihak sebagai pilar utamanya.
“Sinergi pemerintah daerah dan elemen masyarakat membuat pelaksanaan di lapangan lebih efektif,” tegasnya.
Dukungan penuh dari pemerintah daerah juga disuarakan langsung oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari. Pihaknya mengakui adanya kucuran tambahan pembiayaan dari pihak lain sehingga roda pendanaan program tidak mengalami hambatan sama sekali.
“Harapannya, manfaatnya langsung dirasakan warga, mulai dari akses jalan hingga dorongan ekonomi desa,” ujarnya. (ags/gih/rds)










