Kudus  

Pelajar SMK di Kudus Dapat Intimidasi Usai Tolak Program MBG

Tangkapan layar isi pesan Instagram yang menunjukkan dugaan ancaman terhadap Muhammad Rafif Arsya Maulidi, pelajar SMK di Kudus.
LIHAT: Tangkapan layar di DM Instagram yang berisi dugaan intimidasi kepada pelajar SMK di Kabupaten Kudus, Muhammad Rafif Arsya Maulidi. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Seorang pelajar SMK di Kabupaten Kudus, Muhammad Rafif Arsya Maulidi, mengaku mendapat intimidasi melalui pesan langsung (direct message/DM) di Instagram pada Jumat (3/4/2026). Arsya merupakan siswa kelas XI jurusan Desain Komunikasi Visual di SMK NU Miftahul Falah, Kecamatan Dawe.

Insiden tersebut bermula ketika Arsya menerima pesan bernada ancaman dari sebuah akun Instagram yang diduga milik seseorang bernama Hendi. Dalam pesan tersebut, pelaku disebut bersikap arogan dan bahkan melontarkan ancaman yang membuat Arsya merasa tidak nyaman.

Tak berhenti di situ, tangkapan layar percakapan DM tersebut kemudian diunggah ke media sosial Instagram dan menyebar luas. Unggahan itu turut direpost oleh akun Instagram bernama Story Rakyat, sehingga semakin menarik perhatian publik.

Dalam unggahan tersebut, akun Story Rakyat menuliskan keterangan yang menyebut dugaan sikap arogan dari sosok yang mengaku sebagai karyawan Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi (SPPG). Narasi yang disampaikan juga menyebut adanya ancaman terhadap Arsya, bahkan dikaitkan dengan dukungan dari aparat.

Selain itu, unggahan tersebut juga menyinggung alasan Arsya menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG). Disebutkan bahwa penolakan itu dilandasi niat pribadi Arsya yang ingin mengalihkan jatah program tersebut untuk kesejahteraan guru.

Saat dikonfirmasi oleh media, Arsya membenarkan kejadian intimidasi tersebut. Ia menyebut peristiwa itu terjadi pada Jumat (3/4/2026) melalui pesan langsung di Instagram.

Arsya juga menjelaskan bahwa unggahan yang beredar di akun Story Rakyat bukan sepenuhnya di luar kendalinya. Ia mengaku ada kolaborasi dengan akun tersebut dalam mempublikasikan kasus yang dialaminya.

“Yang ngepost Story Rakyat itu kolaborasi dengan saya,” ujarnya singkat saat dimintai keterangan.

Kasus ini pun memicu beragam reaksi dari warganet. Banyak yang menyayangkan adanya dugaan intimidasi terhadap pelajar, terlebih berkaitan dengan sikap kritis terhadap sebuah program. (adm/rds)