KUDUS, Joglo Jateng – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Kudus menggelar kegiatan sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian makanan kepada masyarakat, Jumat (10/4/2026). Program ini menjadi bagian dari gerakan serentak yang dilaksanakan di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Ketua DPC PDI-P Kudus, Yusuf Roni, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan peluncuran program Dapur Marhaen yang terinspirasi dari ajaran Soekarno tentang Marhaenisme. Program ini menitikberatkan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di bidang pangan dan kesehatan.
“Kesehatan dan pangan adalah hak konstitusional masyarakat. Partai memiliki tanggung jawab untuk hadir dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan yang dipusatkan di kantor DPC PDI-P Kudus ini melibatkan seluruh kader partai secara gotong royong. Para kader memasak makanan secara mandiri, kemudian membagikannya kepada warga. Selain itu, bahan kebutuhan juga dibeli dari warung lokal guna mendukung perputaran ekonomi masyarakat setempat.
Tak hanya menyediakan makanan gratis, kegiatan ini juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan dasar seperti pengecekan tekanan darah, kadar gula, kolesterol, dan asam urat. Bahkan, tenaga medis turut disiapkan untuk memberikan penanganan lanjutan apabila ditemukan keluhan kesehatan pada warga.

“Kami menargetkan sekitar 150 warga dapat terlayani dalam kegiatan ini. Semua layanan diberikan secara gratis tanpa syarat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Yusuf Roni menegaskan bahwa kegiatan ini tidak bersifat insidental, melainkan akan dilaksanakan secara rutin setiap tanggal 10 setiap bulan. Ke depan, pihaknya juga berencana melibatkan pelaku UMKM di tiap kecamatan agar manfaat kegiatan semakin luas.
Selain itu, masyarakat juga diajak untuk meningkatkan ketahanan pangan di tengah potensi perubahan iklim. Mengingat wilayah Kudus sempat dilanda banjir di awal tahun dan diprediksi akan memasuki musim kemarau panjang, warga didorong untuk tidak hanya bergantung pada beras sebagai sumber pangan utama.
“Kami mengajak masyarakat mulai menanam alternatif sumber karbohidrat seperti singkong, jagung, hingga sukun. Ini penting sebagai langkah mitigasi jika terjadi gangguan produksi pangan,” tambahnya.
Melalui program Dapur Marhaen, pihaknya berharap dapat menunjukkan peran nyata partai politik dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Tidak hanya hadir saat momentum pemilu, tetapi juga aktif dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar warga secara berkelanjutan. (adm/fat/rds)










