Pertalite Kosong, Warga Kudus Keliling SPBU hingga Terpaksa Beli BBM Mahal Demi Kerja

LENGANG: Kelangkaan BBM bersubsidi jenis Pertalite terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (30/4/2026). (ADAMNAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Kondisi ini sudah dirasakan warga sejak Rabu (29/4/2026) hingga Kamis (30/4/2026) pagi, sehingga memaksa masyarakat berkeliling dari satu SPBU ke SPBU lain demi mendapatkan BBM dengan harga terjangkau.

‎Sejumlah warga mengaku kesulitan memperoleh Pertalite karena stok di beberapa SPBU dilaporkan habis. Situasi ini menimbulkan kebingungan, terutama bagi pengendara yang sangat bergantung pada BBM subsidi untuk aktivitas sehari-hari.

‎Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan yang sempat terjadi di beberapa titik SPBU. Namun, sebagian pengendara akhirnya harus meninggalkan lokasi tanpa mengisi bahan bakar setelah mengetahui stok Pertalite kosong. Kondisi ini salah satunya terjadi di SPBU Jalan Soedirman, tepatnya di depan Polsek Kudus Kota.

‎Dalam rekaman video amatir warga yang beredar, terlihat sejumlah pengendara keluar masuk area SPBU, namun tidak dapat melakukan pengisian Pertalite. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan untuk mencari SPBU lain dengan harapan masih tersedia pasokan.

‎Salah satu warga Peganjaran, Ba’do Samiono, mengaku telah mendatangi tiga SPBU berbeda, tetapi tetap tidak mendapatkan Pertalite. Ia menyebut kondisi ini sangat memberatkan, terutama karena harus beralih ke BBM nonsubsidi yang harganya jauh lebih tinggi.

‎“Sudah keliling ke beberapa SPBU, tapi semuanya kosong. Terpaksa harus cari alternatif lain, padahal selisih harganya lumayan,” ujarnya.

‎Hal serupa juga dialami pengendara lain, Ema Dyah. Ia terpaksa membeli Pertamax Turbo karena tidak ada pilihan lain agar tetap bisa berangkat kerja. Menurutnya, kenaikan pengeluaran menjadi dampak langsung yang harus ditanggung masyarakat.

‎“Sebenarnya berat, tapi mau bagaimana lagi. Kalau tidak isi, tidak bisa berangkat kerja,” katanya.

‎Kelangkaan ini berdampak pada meningkatnya beban pengeluaran masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah yang sangat bergantung pada BBM bersubsidi. Mereka berharap kondisi ini tidak berlangsung lama karena berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi harian.

‎Disisi lain, pihak operator SPBU belum memberikan penjelasan resmi terkait penyebab kosongnya pasokan Pertalite. Petugas di lapangan hanya menyampaikan bahwa pihak manajemen tidak berada di lokasi saat dimintai keterangan. (adm)