Kendal  

Ekonomi Meroket 7,99 Persen, KEK Kendal Jadi Andalan Investasi Nasional

INDUSTRI: Seskemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso (tengah) didampingi Bupati Kendal Dyah Kartika Permansari (kiri) dan Direktur Eksekutif KEK Kendal Juliani Kusumaningrum (kanan) saat memberikan keterangan pers usai acara groundbreaking pabrik PT Hoifu Paper Packaging Indonesia, Sabtu (2/5/2026). (AGUS RIYADI/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Torehan pertumbuhan ekonomi yang meroket hingga 7,99 persen pada tahun 2025 membuat Kabupaten Kendal menjadi primadona baru. Angka yang jauh melampaui rata-rata pertumbuhan nasional sebesar 5,11 persen itu, menjadikan wilayah ini sebagai “senjata andalan” pemerintah pusat dalam menarik arus modal asing.

Sekretaris Kementerian Koordinator (Seskemenko) Perekonomian Susiwijono Moegiarso menegaskan bahwa daerah tersebut kini menjadi tulang punggung pengembangan investasi, khususnya di sektor industri manufaktur.

Hal itu disampaikannya usai menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) pabrik PT Hoifu Paper Packaging Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Sabtu (2/5/2026).

Pemerintah pusat melihat potensi besar untuk melakukan ekspansi kawasan perindustrian tahap kedua di daerah tersebut. Dukungan dari pemerintah daerah hingga provinsi dinilai sangat krusial untuk mempercepat realisasi perluasan KEK yang direncanakan mencapai 1.000 hektare.

Incar Investor Timur Tengah

Untuk mengisi kawasan yang diperluas tersebut, Susiwijono menyebut pemerintah tengah agresif membidik kawasan Timur Tengah sebagai sumber modal baru. Fokus utamanya menyasar sektor manufaktur dan keuangan guna memperkuat struktur ekonomi menuju visi Indonesia Emas 2045.

“Ide ini muncul dalam forum Indonesia Financial Center di Bali yang juga dihadiri Menteri Investasi Rosan Roeslani,” ungkap Susiwijono.

Di tengah situasi ekonomi global yang fluktuatif, langkah investasi di Kendal justru terus dipacu.

“Pemerintah justru mendorong investasi pada saat situasi global yang tidak mudah dan penuh ketidakpastian. Kita berharap menarik investasi dari Timur Tengah, khususnya industri manufaktur dan keuangan,” jelasnya.

Langkah akselerasi ini juga mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto lewat pembentukan Satgas Pertumbuhan Ekonomi (Keppres Nomor 4 Tahun 2026).

“Kalau ada masalah di lapangan, termasuk di KEK Kendal, akan kita selesaikan melalui forum kementerian. Pelaku usaha juga akan kami dampingi jika membutuhkan kebijakan,” janjinya.

Komitmen Kemudahan Perizinan

Dalam skala makro, Susiwijono menerangkan bahwa masuknya modal asing sangat diandalkan karena saat ini investasi menyumbang sekitar 28 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah menargetkan kontribusi industri manufaktur nasional kelak bisa menembus 30 persen terhadap perekonomian.

Merespons dukungan dari pusat, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyatakan komitmen penuhnya dalam menjaga dan mengawal iklim permodalan.

Pemerintah daerah siap menghamparkan karpet merah bagi para penanam modal melalui pemangkasan birokrasi dan jaminan keamanan sosial.

“Kami akan membantu kemudahan perizinan sesuai aturan dan menjamin kondisi wilayah tetap kondusif agar investor merasa nyaman,” tandas Dyah. (ags/ree/rds)