Kudus  

Antisipasi Lonjakan Kurban, Pemprov Jateng Gelar Pelatihan Juleha di Kudus

PRAKTIK: Peserta Juleha mengikuti praktik penyembelihan hewan kurban di sekitar Masjid Taqwa, Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Rabu (6/5/2026). (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Menjelang Idul Adha 1447 H, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah melakukan pelatihan juru sembelih halal (Juleha). Kegiatan ini digelar pada Rabu (6/5/2026) di Masjid Taqwa, Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, dengan melibatkan puluhan peserta dari berbagai wilayah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Veteriner Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Budy Anstiantoro, menyampaikan, Jawa Tengah memiliki peran strategis sebagai salah satu lumbung ternak nasional. Hal ini terlihat dari besarnya populasi hewan ternak yang dimiliki.

“Kita punya sapi sekitar 1,3 juta ekor, kambing 3 juta ekor, dan domba juga sangat banyak. Ini menempatkan Jawa Tengah di posisi satu dan dua secara nasional,” ujarnya.

Dengan populasi yang besar, jumlah hewan kurban yang akan dipotong pada Idul Adha tahun ini juga diperkirakan tinggi. Pemerintah mencatat, sekitar 140 ribu sapi dan 300 ribu kambing akan disembelih di seluruh Jawa Tengah.

“Jumlah yang cukup besar ini harus diikuti dengan kesiapan petugas. Karena itu, hari ini kita melaksanakan pembimbingan teknis juru sembelih halal,” tambahnya.

Pelatihan ini bertujuan memastikan para petugas memiliki kompetensi yang memadai. Baik dari sisi syariat maupun teknis kesejahteraan hewan.

“Kami berharap petugas yang melakukan pemotongan hewan kurban sudah memiliki keterampilan dan pengetahuan. Mulai dari menyiapkan hewan yang sehat, memperlakukan hewan sebelum disembelih, teknik pemotongan sesuai syariah, hingga distribusi daging kepada masyarakat,” harapnya.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya kualitas daging yang dihasilkan, tidak sekadar memenuhi aspek ibadah, tetapi juga kesehatan masyarakat.

“Harapan kami tidak hanya daging yang dibagikan, tapi daging yang aman, sehat, utuh, dan halal. Ini juga bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan di Jawa Tengah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Arin Nikmah, menyampaikan, pelatihan kali ini diikuti sekitar 60 peserta. Mereka berasal dari perwakilan takmir masjid se-Kabupaten Kudus.

Pelatihan menghadirkan narasumber dari DPW Juleha Jawa Tengah yang juga memberikan praktik langsung di lokasi. Menurut Arin, pelatihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme juru sembelih halal.

“Tujuannya agar para juru sembelih bisa menjalankan tugas secara profesional, memahami syariat Islam, memperhatikan kesejahteraan hewan, dan menghasilkan daging yang layak konsumsi,” jelasnya.

Ia menambahkan, sepanjang 2026, pelatihan serupa telah dua kali digelar di Kudus dengan total ratusan peserta. “Sebelumnya sudah ada 187 peserta, dan hari ini 60 peserta. Harapannya, semua bisa memastikan daging kurban benar-benar halal dan thayyib,” sebutnya. (uma/fat)