Cegah Kecurangan Absen, BKPSDM Purworejo Wajibkan ASN Gunakan Simega

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Purworejo, Agung Wibowo. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

PURWOREJO, Joglo Jateng – Pemkab Purworejo memiliki cara untuk mengunci celah kecurangan absensi kehadiran para ASN. Mulai tahun 2026 ini, seluruh pegawai wajib absen lewat aplikasi Simega (Sistem Informasi Pelayanan Kepegawaian) yang memadukan pemindai wajah dan pelacak GPS.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Purworejo, Agung Wibowo menegaskan tak ada lagi celah absen manual atau titip ke teman. Hal ini karena setiap harinya ASN harus scan wajah dua kali, yakni saat datang dan pulang.

“Simega sudah berjalan penuh,” jelas Agung, belum lama ini.

Kebijakan tersebut diterapkan sebagai respons atas maraknya kasus rekayasa absensi di berbagai daerah. Agung menuturkan, BKPSDM kini gencar menyosialisasikan aturan penggunaan aplikasi Simega ke tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pasalnya, kedisiplinan terkait absensi ini memiliki konsekuensi yang tidak main-main. Berdasarkan PP Nomor 94 Tahun 2021 dan Perbup 108, ASN yang alpa 10 hari berturut-turut tanpa alasan sah bisa diberhentikan tidak dengan hormat.

“Total membolos 28 hari dalam setahun juga berujung sanksi berat, kami bertindak sesuai regulasi,” tegas Agung.

Data BKPSDM pada 2026 mencatat 17 pelanggaran disiplin yang didominasi masalah absensi. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) menyumbang angka tertinggi karena jumlah pegawainya paling besar.

“Simega ini dirancang anti-tipu, di mana GPS harus aktif dan swafoto wajib jelas di lokasi kerja. Pengamanan sistem ini digarap bersama Dinas Kominfo,” ungkapnya.

Bagi ASN lapangan atau di wilayah yang susah sinyal, terdapat pengecualian khusus. “Yaitu dengan cara unggah foto kegiatan, sertakan tag lokasi, waktu, dan surat tugas,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Agung mengatakan bahwa BKPSDM juga sedang mengkaji wacana absen tiga kali sehari, yakni pagi, istirahat, dan sore saat pulang. Meski begitu, pembinaan berjenjang oleh atasan langsung tetap menjadi prioritas utama.

Ia menegaskan bahwa ASN adalah pelayan publik. “Karena itulah, nilai berakhlak harus dimulai dari disiplin waktu,” pungkasnya. (mrn/ree/rds)