Farichin menyampaikan, setiap cabang memiliki perkembangan dan tantangan yang berbeda. Karena itu, Rakorda juga menjadi ruang evaluasi sekaligus penyusunan rencana program ke depan. Selain konsolidasi internal, PMII Jateng juga mendorong penguatan kerja sama eksternal.
Menurutnya, PMII perlu membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra strategis di daerah.
“Kami mengajak seluruh cabang di Jawa Tengah untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah, pihak swasta, maupun stakeholder lain. Misalnya dalam isu pengentasan kemiskinan,” ucapnya.
Harapan setelah PIW, lanjut Farichin, instruktur cabang yang mengikuti dapat menerapkan di cabang masing-masing dan menjadi instruktur yang berkualitas.
Sementara itu, Ketua PKC Kopri PMII Jawa Tengah, Betari Imasshinta mengatakan, Rakorda menjadi forum koordinasi sekaligus penguatan visi dan misi Kopri PMII se-Jawa Tengah. Rakorda tersebut dihadiri ketua maupun perwakilan Kopri dari berbagai cabang di Jawa Tengah.
Menurut Betari, seluruh keputusan yang nantinya disahkan dalam Muspimnas akan menjadi Peraturan Organisasi (PO) yang wajib dijalankan seluruh kader PMII.
“Hasil Rakorda ini nantinya akan dibahas lagi untuk kemudian menjadi rekomendasi tata kelola organisasi di Jawa Tengah yang dibawa ke Muspimnas,” jelasnya. (oka/gih/rds)










