BI Jateng Gelar Bedah Buku di Undip, Bekali 537 Mahasiswa GenBI Kemampuan Kepemimpinan

LITERASI: Pameran buku pada kegiatan Bedah Buku dan Literasi Kebanksentralan di Gedung Muladi Dome Undip Semarang, Senin (22/6/2026). (HAFIFAH NUR CHASANAH/JOGLO JATENG)

Dalam pemaparannya, Gita Wirjawan menekankan bahwa fondasi paling krusial dalam ketahanan ekonomi suatu bangsa dimulai dari pembangunan karakter sejak dini.

Ketika lingkungan keluarga memiliki keterbatasan, maka institusi sekolah formal harus menjadi garda terdepan dalam membimbing moral dan mentalitas anak.

“Saya rasa penting pembentukan karakter itu seawal mungkin. Tentu harapan mendasar itu tentunya anak bisa dididik oleh orang tua,” ujar Gita.

“Jadi mengingat bahwasanya orang tua itu anggaplah mungkin pendidikan tidak setinggi yang diharapkan, pendidikan karakter sangat bisa ditopang di sekolah dengan harapan guru yang di sekolah itu berkualitas,” jelasnya.

Namun, Gita menggarisbawahi bahwa efektivitas pendidikan karakter di sekolah berkorelasi lurus dengan tingkat kesejahteraan para tenaga pendidik.

Ia menyayangkan kondisi profesi guru saat ini yang dinilai kurang kompetitif untuk menjaring lulusan-lulusan terbaik bangsa karena kompensasi yang minim.

Di hadapan ratusan mahasiswa, ia membeberkan realita bahwa rata-rata pendapatan sekitar 3,5 juta guru di Indonesia saat ini masih tertahan di angka Rp 2,8 juta saja.

“Kalau menurut saya, kalau ada pemimpin yang menyadari bahwa investasi di gaji guru itu yang paling mulia, saya rasa lebih optimis saya terhadap negara Indonesia,” tegas Gita.

Di akhir sesi literasi, Gita mengingatkan para anggota GenBI bahwa transformasi pendidikan harus berjalan selaras dengan perluasan sektor lapangan kerja.

Ia menekankan bahwa bonus demografi yang dimiliki Indonesia tidak akan membuahkan hasil tanpa adanya pertumbuhan industri yang sehat. (hfh/gih/rds)