Jepara  

Diduga Bau Solar, Ratusan Warga Desa Plajan Jepara Kembalikan Bantuan MinyaKita

KONDISI: Carik Desa Plajan, Sholikhin, saat menunjukkan MinyaKita yang dikembalikan oleh ratusan warga di Balai Desa Plajan, Kamis (2/7/2026). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

Setelah menerima laporan dari masyarakat, pemerintah desa langsung meminta warga untuk mengembalikan ke balai desa mulai Senin hingga Rabu (29/6/2026 – 1/7/2026), dan didata. Data itu kemudian dilaporkan kepada Pemerintah Kecamatan Pakis Aji sebagai tindak lanjut agar dapat diteruskan kepada instansi terkait.

“Begitu ada laporan dari masyarakat, kami langsung inventarisasi minyak yang akan dikembalikan. Data itu sudah kami laporkan ke pihak kecamatan. Informasinya nanti akan ada penggantian,” ujarnya.

Sambil menunggu proses penggantian, Sholikhin mengimbau warga yang masih menyimpan minyak goreng bantuan tersebut agar tidak menggunakannya terlebih dahulu demi menghindari risiko apabila produk tersebut memang tidak layak dikonsumsi.

“Masyarakat tidak usah membesar-besarkan (masalahnya), sudah kami laporkan. Rencana dapat ganti, yang sudah buka jangan dipakai, takutnya tidak layak untuk kesehatan,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu warga Desa Plajan, Minten, mengaku memilih mengembalikan minyak goreng bantuan tersebut setelah mendengar keluhan dari warga lain yang menyebut minyak beraroma seperti solar.

Meski minyak yang diterimanya belum sempat dibuka, ia tidak ingin mengambil risiko untuk menggunakannya.

Dereng tak buka, wong minyak kulo sing liyane taseh (Belum saya buka, karena minyak saya yang lain masih). Tapi mergo mireng nek minyake mambu solar nggih langsung diken balikno (Tapi karena mendengar informasi minyaknya bau solar langsung disuruh mengembalikan). Daripada dibuka khawatir,” terangnya.

Dihubungi terpisah, Pemimpin Cabang Bulog Pati, Ashville Nusa Panata, menerangkan bahwa pihaknya memfasilitasi proses penarikan dan penukaran agar bantuan pangan tersebut dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

“Kami memfasilitasi proses penarikan dan penukaran oleh PT KMR,” sebutnya. (oka/gih/rds)