JEPARA, Joglo Jateng – Inovasi pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat mendapat dukungan dari Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Agus Sutisna.
Dukungan itu disampaikan saat ia menerima audiensi Keluarga Mahasiswa Jepara Semarang (KMJS) Pusat. Audiensi ini terkait pelaksanaan Program Desa Mitra 2026 di Ruang Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Kamis (30/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, KMJS memaparkan sejumlah program yang akan dijalankan di Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah program pengelolaan sampah. Program ini tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang peningkatan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Melalui program itu, mahasiswa akan mengedukasi warga mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik.
Mereka juga akan memberikan pendampingan terkait inovasi pengolahan sampah bersama kelompok masyarakat. Kesadaran menjaga lingkungan juga akan ditanamkan kepada anak-anak melalui kegiatan di sekolah.
Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Agus Sutisna menilai, gagasan tersebut layak didukung karena menyentuh persoalan yang dihadapi banyak desa.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dapat menghadirkan solusi sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Program seperti ini patut diapresiasi karena bukan hanya menjadi wadah pengabdian mahasiswa. Tetapi juga mampu memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, masyarakat, dan pemerintah daerah harus terus diperkuat. Hal ini agar manfaat dari program tersebut semakin luas.
Sebagai bentuk dukungan, Agus juga merekomendasikan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara untuk ikut terlibat. Keterlibatan ini ditujukan untuk mendukung secara penuh pelaksanaan Program Desa Mitra.
Sinergi itu diwujudkan melalui pendampingan teknis, penyediaan narasumber, hingga kolaborasi sesuai bidang masing-masing.
Menurut Agus, pembangunan desa tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan agar program yang dirancang mampu memberi dampak jangka panjang bagi masyarakat.
Selain inovasi pengelolaan sampah, Program Desa Mitra 2026 juga akan menghadirkan berbagai kegiatan lain. Di antaranya seperti pelatihan pemasaran digital (digital marketing) bagi pelaku UMKM dan promosi produk unggulan desa.
Ada pula sosialisasi pemanfaatan limbah pati aren menjadi briket, program kesehatan masyarakat, hingga kegiatan pendidikan dan pemberdayaan sosial.
“Saya berharap Program Desa Mitra tidak sekadar menjadi agenda tahunan mahasiswa,” tandasnya.
Ia berharap program ini mampu melahirkan berbagai inovasi untuk memperkuat potensi Desa Plajan sebagai desa yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan. (oka/gih/rds)










