Jepara  

Ruang Kelas SD Negeri 1 Tedunan Jepara Rusak, 84 Siswa Belajar di Rumah Warga

SUASANA: Kondisi siswa-siswi SD Negeri 1 Tedunan, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, saat pembelajaran di rumah warga, Kamis (30/7/2026). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 1 Tedunan, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, terpaksa dipindahkan setelah bagian bangunan sekolah mengalami kerusakan.

Sebanyak 84 siswa kini terpaksa belajar di tiga rumah warga demi menjaga keselamatan.

Pantauan Joglo Jateng di lokasi, kerusakan tampak jelas pada ruang kelas 4 dan 5. Plafon di kedua ruang tersebut terlihat melengkung di beberapa titik.

Bahkan, ada bagian plafon yang sudah rusak hingga berlubang sehingga ruang kelas dipastikan tidak lagi layak digunakan untuk kegiatan belajar.

Kepala SD Negeri 1 Tedunan, Kresna Amiruddin mengatakan, kerusakan pertama kali diketahui pada Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 15.55 WIB. Kondisi ini diketahui sehari sebelum masuk sekolah usai libur semester, saat material cor tiba-tiba runtuh.

“Awalnya ada material cor yang rubuh. Setelah saya cek, plafon kelas 4 sudah melengkung,” jelasnya saat ditemui di sekolahnya, Kamis (30/7/2026).

Pas saya naik lihat bagian atasnya, ternyata struktur bangunannya juga ikut melengkung. Berarti memang ada struktur yang sudah rusak,” imbuhnya.

Setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, pihak sekolah memutuskan mengosongkan tiga ruangan. Ruangan tersebut yakni kelas 4, kelas 5, dan ruang guru yang letaknya berdampingan dengan kelas 4.

“Ruang guru juga terdampak karena posisinya sebelahan sama kelas 4. Akhirnya guru-guru sementara pindah ke ruang kelas 6,” terangnya.

Sementara itu, ruang kelas 6 kemudian ikut dialihkan untuk dijadikan ruang guru.

Akibatnya, siswa kelas 6 harus direlokasi bersama siswa kelas 4 dan 5 ke rumah warga. Total ada 84 siswa yang terdampak relokasi tempat belajar.

Kresna menjelaskan, sebelum dipindahkan ke rumah warga, para siswa sempat belajar selama tiga hari di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mubarok Tedunan.

“Awalnya kami relokasi dulu ke Ponpes Al Mubarok Tedunan sekitar tiga hari,” paparnya.

“Setelah itu baru pindah ke rumah warga yang lokasinya di belakang sekolah supaya lebih dekat,” jelas Kresna.