JEPARA, Joglo Jateng – Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara 2024/2029 terpilih, Lusiana Afrianti menilai Kartini masih menjadi role model dalam gerakan progresif masa kini.
Pasalnya mulai sejak era Raden Ajeng (RA) Kartini, kata dia, gerakan perempuan khususnya di sektor pendidikan mengalami peralihan. Dari yang semula budaya belajar melekat hanya pada seorang laki-laki, kini perempuan juga berpartisipasi.
Sehingga, menurutnya, Kartini yang notabene seorang perempuan cerdas, cantik, tangguh, dan juga peduli dengan pendidikan, meminta kepada Kartini muda untuk mengikuti napak tilas Pahlawan Nasional, RA Kartini.
“Kuncinya itu belajar, beribadah, berani bermimpi dan bercita-cita tinggi. Sama satu lagi, yakni bersuara. Jika hal tersebut dilaksanakan secara tekun, niscaya Kartini berikutnya akan tercetak lagi,” papar Lusiana kepada Joglo Jateng, Minggu (21/4/24).
Kemudian, lantaran Lusiana terpilih sebagai Anggota DPRD Jepara 2024/2029, pihaknya juga bakal fokus dengan meningkatkan kualitas perempuan. Langkahnya, yaitu berupa pelatihan dan keterlibatan dalam pembangunan daerah.
“RA Kartini itu sosok yang luar biasa. Oleh karenanya, perlu mencetak generasi penerus seperti beliau. Mulai dari meningkatkan kualitas diri, kesejahteraan, melek digital, serta gerakan kolektif saling mendukung satu dengan yang lainnya,” jelasnya.
Gerakan
Lusiana menilai, terpilihnya sebagai DPRD Jepara 2024/2029 merupakan buah dari partisipasi di kegiatan partai dan masyarakat. Baik sektor politik, pendidikan sampai keagamaan di Kota Ukir.
Alumnus S2 Undip (2012) itu tercatat aktif sebagai Bendahara di DPC PPP Jepara, Ketua Yayasan PAUD Ananda, aktif di PKK tingkat RT maupun desa, serta melakukan kegiatan sosial lainnya.
Sehingga tidak heran, jika perolehan perempuan kelahiran 22 April 1987 tersebut pada Pemilihan Umum (Pemilu) di Dapil V Jepara mencapai 13.120 suara berdasarkan hasil rekapitulasi KPU Jepara.
“Kartini menjadi tauladan para perempuan dari dulu dan kini, termasuk saya sendiri. Pemikirannya tidak usang oleh waktu. Memastikan ilmu adalah warisan terpenting, karenanya emansipasi perempuan harus tumbuh,” tutur Lusiana.
Berangkat dari hal tersebut, Kartini muda itu berusaha untuk mendorong kesetaraan hak pendidikan bagi perempuan. Sehingga, saat ini tidak perlu usaha yang keras dalam peroleh akses bangku pembelajaran.
“Ini menjadi spirit bagi perempuan masa kini, supaya dapat berkontribusi intuk pembangunan nusa dan bangsa. Meski seperti itu, perempuan juga bebas memilih karier tanpa melalaikan tugasnya sebagai seorang ibu,” pungkasnya. (map/adf)










