Demak  

MA Qodiriyah Demak Bekali Siswa Keterampilan Bertani Hidroponik

PRAKTIK: Peserta didik kelas XI MA Qodiriyah Demak meletakkan bibit tanaman selada ke hidroponik, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

DEMAK, Joglo Jateng – Madrasah Aliyah (MA) Qodiriyah Demak terus berinovasi dalam memberikan pembelajaran yang berguna bagi peserta didik. Salah satunya adalah menanam hidroponik. Sebuah metode bercocok tanam tanpa tanah yang menggunakan air sebagai media utama.

Kepala MA Qodiriyah Demak, Muhammad Haromain Halimi menyampaikan, program ini didasarkan pada latar belakang wilayah Demak yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. Baik dalam bidang palawija, padi, maupun tanaman hortikultura lainnya.

“Tujuan utama program ini adalah memberikan pengalaman dan pembekalan siswa sebelum terjun langsung ke masyarakat. Dengan adanya keterampilan ini, anak-anak diharapkan tidak merasa kebingungan ketika lulus dan mampu memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh untuk keberlanjutan hidupnya,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengenalkan metode pertanian modern yang lebih efisien dan berkelanjutan. Sebab secara tradisional, pertanian di Demak masih banyak menggunakan tanah sebagai media tanam.

“Siswa kami diperkenalkan dengan sistem hidroponik menggunakan tanaman selada sebagai objek percobaan. Yaitu agar mereka memiliki pengalaman baru dan wawasan yang lebih luas terkait teknik bertani tanpa tanah,” ujarnya.

Kegiatan ini tidak hanya sebatas praktik langsung. Tetapi juga dilengkapi dengan pembelajaran teori melalui program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

“Dengan demikian, mereka mendapatkan pemahaman mendalam mengenai cara kerja sistem hidroponik, keunggulan metode ini dibandingkan dengan sistem pertanian konvensional, serta teknik dasar dalam menyiapkan instalasinya,” jelasnya.

Program ini sudah membuahkan hasil dengan adanya panen perdana yang tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa. Tetapi juga bagi madrasah secara keseluruhan.

“Hasil panen dari tanaman hidroponik ini menjadi bukti bahwa metode bertani modern bisa diterapkan dan memberikan keuntungan bagi lingkungan pendidikan,” imbuhnya.

Melalui program ini, madrasah berharap agar siswa tidak hanya memahami konsep bercocok tanam yang telah menjadi bagian dari adat istiadat masyarakat Demak. Melainkan mampu menghadirkan inovasi baru dalam dunia pertanian.

“Sehingga mereka bisa turut serta memberikan kontribusi bagi masyarakat sekaligus memiliki keterampilan yang dapat diterapkan di masa depan,” pungkasnya. (cr9/fat)