PATI, Joglo Jateng – Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati ditargetkan bakal menjadi sentral durian oleh pemerintah daerah setempat. Misi ini pun langsung mendapatkan bantuan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menyumbang 2.600-an bibit durian.
Ribuan bibit durian berjenis Musangking dan Duri Hitam itu disalurkan kepada kelompok tani di Gunungwungkal pada Jumat (7/3) lalu. Penyerahan bibit ini merupakan bagian dari Program Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan (PTSL) yang diinisiasi oleh sejumlah BUMN.
Di antaranya yang dikoordinir oleh PT. Jasa Marga (Persero) Tbk. Langkah ini didukung oleh beberapa perusahaan besar seperti PT. Wijaya Karya Tbk, PT Brantas Abipraya dan PT Pembanguan Perumahan (Persero) Tbk.
Bupati Pati, Sudewo berharap agar dalam empat hingga lima tahun ke depan Gunungwungkal jadi sentral durian. Sehingga masyarakat daerah lain yang berduit tidak perlu lagi pergi ke Singapura atau Malaysia untuk menikmati durian Musangking.
“Konsep penanaman ini adalah kerakyatan, bukan kapitalis. Saya ingin seluruh rakyat Kecamatan Gunungwungkal dapat menguasai produksi durian ini,” ungkap Sudewo.
Sudewo juga menekankan pentingnya pemberdayaan kelompok tani lokal. Tujuannya agar ke depannya masyarakat Gunungwungkal bisa sejahtera melalui hasil pertanian durian Musangking dan Duri Hitam.
Ia juga menuturkan, sebelumnya dirinya telah menjalin komunikasi dan meyakinkan teman-temannya di Jasa Marga terkait para petani yang mengeluhkan harga bibit yang mahal. Sebagai bentuk respons, mereka langsung memberikan bantuan bibit kepada masyarakat.
“Jika bibitnya kurang, akan di-supply lagi. Jangan khawatir, yang penting semangat,” tambah Sudewo.










