Kendal  

Ganggu Kesehatan, Warga Weleri Tolak Aktivitas Stockpile

MERUGIKAN: Warga menolak beroperasinya stockpile, dengan memasang spanduk penolakan. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Warga 4 desa di wilayah Kecamatan Weleri Kabupaten Kendal menolak aktivitas stockpile di wilayahnya beroperasi. Penolakan dilakukan warga dengan membentangkan spanduk di pinggir jalan yang biasa dilintasi dump truck keluar masuk stockpile.

Ketua RT 11 RW 4 Desa Bumiayu, Alex Susanto menegaskan, warga Desa Sumberagung, Penyangkringan, Bumiayu dan Nawangsari menuntut kepada pemerintah daerah agar segera menutup usaha stockpile. Menurutnya, tuntutan ini sudah disampaikan langsung kepada Camat Weleri.

“Pokoknya kita minta stockpile ditutup. Warga butuh nyaman dan sehat. Kita tunggu antara dua tiga hari atau paling lama lima harian kalau tidak ada tembusan dari Pak Camat kita gerak sendiri dan tidak ada pemberitahuan,” kata Alex, Rabu (9/4/25).

Ia menyampaikan, keberadaan stockpile ini sudah sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat sekitar. Bahkan, perekonomian warga juga ikut terganggu lantaran debu dari material mengganggu usaha dagang yang ada di sepanjang jalan tersebut.

“Ini bisa dilihat rumahnya yang rusak. Silahkan bisa dikroscek berapa rumah di pinggir jalan yang gentingnya merosot, temboknya retak karena terdampak lalu lalang angkutan berat. Dagangan saya juga sampai busuk semua karena tidak laku gara-gara banyak debu,” ungkapnya.

Bahkan lanjut Alex, sejumlah warga terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit karena menderita penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang diakibatkan debu material.

“Yang sakit kena ISPA juga ada. Sekarang orangnya masih di rumah sakit,” beber Alex.